Pembangunan Waduk Lambo

Amankan 24 Anggota Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo di Nagekeo, Ini Kata Polisi

"Pelaku yang kami tangkap sama dengan pelaku yang melakukan penghadangan terhadap suku Kawa," ujar Kapolres

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-VIAN
DIAMANKAN - Polisi saat mengamankan forum penolakan pembangunan waduk Lambo di Nagekeo, Senin 4 April 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, MBAY - Sebanyak 24 warga Desa Rendubutowe yang tergabung dalam forum penolakan pembangunan waduk lambo (FPPWL) ditangkap pihak Kepolisian Resort Nagekeo, Senin, 4 April 2022.

Mereka dicokok Polisi karena diduga terlibat aksi penghadangan dan penyerangan terhadap tetua adat mereka sendiri dari Suku Redu, Suku Isa dan Suku Gaja yang sedang menggelar ritual adat di titik nol, pada lokasi proyek pembangunan waduk Mbay/Lambo, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Kepala Kepolisian Resor Nagekeo, AKBP Yudha Pranata S.I.K, SH, menuturkan, 24 orang anggota FPPWL disangkakan karena melakukan pengancaman dengan senjata tajam serta melawan petugas yang sedang berdinas.

Baca juga: Atasi Kekerasan Terhadap Anak di Sikka, Fransiskus Minta Aktifkan SEKAMI dan SEKAR

 

Aparat kepolisian terpaksa harus menangkap ke 24 warga tersebut karena melakukan penyerangan dan tindak pidana pengancaman hingga mengarah pada tindakan anarkis baik terhadap tetua adat mereka sendiri maupun terhadap aparat kepolisian yang sedang berdinas.

Ini adalah aksi penghadangan kedua yang dilakukan oleh Kelompok FPPWL terhadap aktifitas pegelaran ritual adat.

Anggota Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo di Mbay
Anggota Forum Penolakan Pembangunan Waduk Lambo di Mbay, Senin 4 April 2022.

Sebelumnya, kelompok yang dipimpin Bernadinus Gaso ini juga melakukan aksi serupa terhadap masyarakat adat Kawa yang juga menggelar ritual adat di titik nol.

"Pelaku yang kami tangkap sama dengan pelaku yang melakukan penghadangan terhadap suku Kawa," ujar Kapolres.

Baca juga: BREAKING NEWS: Pria di Sikka Jadi Korban Pemerasan dan Penganiayaan, Ini Kronologinya

Masa tenggang penangkapan terhadap ke 24 orang Anggota FPPWL hanya berlaku selama satu kali dua puluh empat jam. Dalam kurun waktu yang singkat itu, polisi akan menentukan peran dari masing-masing terduga pelaku yang ditangkap terhadap suatu dugaan kejahatan atau dugaan pelanggaran yang dilakukan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved