Opini

Waspada Hepatitis Akut Misterius pada Anak yang Mulai Menyebar

Apa itu penyakit Hepatitis? Hepatitis merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang hepar/hati.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / dr. Gangga Devi Padma
Oleh: dr. Gangga Devi Padma, Dokter Umum - RSIA DEDARI KUPANG 

Oleh: dr. Gangga Devi Padma, Dokter Umum - RSIA DEDARI KUPANG

TRIBUNFLORERS.COM - Masyarakat dunia saat ini tengah cemas. Pasalnya, ada lagi wabah baru yang mulai menyerang manusia.

Adalah penyakit Hepatitis "Misterius".

Apa itu penyakit Hepatitis? Hepatitis merupakan suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus yang menyerang hepar/hati.

Dalam 1 bulan terakhir WHO (World Health Organization) memberikan berita adanya wabah penyakit hepatitis akut pada anak yang belum diketahui penyebabnya.

Baca juga: Mengenal Tanda dan Gejala Hepatitis Akut pada Anak-anak

Terdapat beberapa laporan kasus yang ditemukan pada anak-anak mulai tanggal 5 April 2022 di Inggris Raya terdapat 10 kasus Hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya serta tidak ditemukan virus hepatitis A-E dalam pemeriksaan laboratoriumnya. Selanjutnya ditindak lanjuti terdapat 74 kasus di inggris raya dan 6 anak telah menjalani transplantasi hati.

Wabah ini menyebar cepat hingga ke 14 negara, hingga saat ini sampai 21 April 2022, ada 169 kasus yang dilaporkan WHO, dengan 81 kasus berasal dari Inggris dan mayoritas diantaranya terjadi pada anak dibawah 5 tahun.

Gejala dan tanda yang muncul yakni adanya demam tinggi, perubahan warna air kencing menjadi gelap dan/atau warna feses pucat, warna kulit dan mata menjadi kuning, gatal, nyeri sendi atau pegal-pegal, mual dan muntah serta nyeri perut, lesu dan hilang hilangnya nafsu makan, serta diare.

Kuning pada kulit dan mata terjadi karena ada peningkatan cairan bilirubin berwarna kuning yang diproduksi oleh hati. Jika terjadi hepatitis, kondisi peradangan sel pada hati dapat meningkatkan produksi cairan bilirubin diatas nilai normal.

Baca juga: Keajaiban ASI di Tengah Pandemi Covid-19

Menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) dikatakan kasus probable jika terjadi pada anak berusia 16 tahun atau lebih muda dengan gejala tersebut yang bukan disebabkan oleh virus hepatitis A-E dengan kadar serum transaminase lebih dari 500 IU/L.

Kemungkinan penyebab masih dicari lebih lanjut, namun kemungkinan besar disebabkan oleh adenovirus tipe 41 yang biasanya menyebabkan gejala diare, muntah, demam dan gejala pernapasan, yang biasanya tidak menimbulkan masalah serius pada anak yang sehat.

SARS- COV-2 ditemukan di 10 dari 60 kasus di Inggris dan virus hepatitis A, B, C, D, dan E tidak ditemukan pada semua kasus. Penyebab yang lain seperti zat-zat beracun masih dicari lebih lanjut.

Lalu bagaimana cara pencegahannya? Pencegahannya dapat dimulai dengan menjaga kebersihan, mencuci tangan, meminum air bersih yang matang, makan-makanan yang bersih dan matang penuh, membuang tinja dan/atau popok sekali pakai, menggunakan alat makan sendiri, memakai masker dan jaga jarak.

Orang tua perlu memahami kondisi wabah ini dengan lebih bijak, tetap tenang dan berhati-hati agar anak tetap sehat selalu. Jika menemukan atau mendeteksi anak-anak dengan gejala seperti kuning, mual/muntah, diare, nyeri perut, penurunan kesadaran/ kejang, lesu, dan demam tinggi, bapak dan ibu tidak perlu khawatir untuk membawa anak segera memeriksakan diri ke fasilitas layanan Kesehatan terdekat.


Referensi:
World Health Organization (15 April 2022). Disease outbreak News; Acute hepatitis of unknown aetiology.
Pedoman IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved