Berita NTT

Cerita Siswi SD Anak Yatim Piatu di NTT, Duduk Sendirian Sambil Menangis saat Pengumuman Kelulusan

Siswa yang akrab disapa Wati itu menangis dalam ruangan kelas. Orangtua siswa dan guru ikut sedih.

Editor: Gordy Donovan
(Dokumen Alfrits Koa)
DUDUK SENDIRI - Maria Merliwati Iba (12) , siswi SD Negeri Fatke, Desa Kaubele, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), saat sendiri mengikuti pengumuman kelulusan sekolah, Rabu (15/6/2022). 

TRIBUNFLORES.COM, KEFAMENANU - Tangis Maria Merliwati Iba (12) langsung pecah, saat ditanya gurunya akan melanjutkan sekolah ke mana.

Siswi kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) Fatke, Desa Kaubele, Kecamatan Biboki Moenleu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), itu hanya tertunduk lesu dan terus menangis.

Ia sendirian duduk di dalam ruangan kelas VI saat mendengar pengumuman kelulusan di sekolah itu. Sedangkan teman-temannya yang lain, ditemani orangtuanya masing-masing.

Baca juga: BREAKING NEWS : Rumah Warga di Sikka Hangus Terbakar, Total Kerugian Mencapai Puluhan Juta Rupiah

 

Siswa yang akrab disapa Wati itu menangis dalam ruangan kelas. Orangtua siswa dan guru ikut sedih.

Momen Wati berada di ruang kelas itu diabadikan lewat foto oleh guru kelas V SDN Fatke Alfrits Koa. Alfrits membagikan foto itu ke media sosial Facebook dengan penjelasan kondisi Wati.

Wati merupakan anak yatim piatu. Ayahnya, Zakarias Sanaunu berpulang 10 tahun lalu, sementara sang ibu Antonika Lalian Tani meninggal pada 2018.

Wati menangis karena belum tahu melanjutkan sekolah ke mana. Selama ini, ia dan dua saudaranya diasuh tantenya, Sikudina Kofan (56).

Namun, kondisi keuangan Sikudina tak cukup membiayai sekolah Wati karena pekerjaannya sebagai petani lahan kering hanya bisa memenuhi biaya hidup sehari-hari.

Baca juga: Nama Ganjar Muncul dalam Rekomendasi Capres Nasdem, Ini Respon Ganjar Pranowo

Suami Sikudina telah meninggal beberapa tahun lalu. Kondisi itu membuat Wati bingung saat ditanya guru kelasnya ke mana akan melanjutkan sekolah setelah lulus SD.

Unggahan Alfrits itu pun viral di sejumlah media sosial dan mendapat tanggapan beragam dari sejumlah warganet dan warga yang siap membantu Wati.

Kepada Kompas.com, Alfrits menceritakan, peristiwa itu terekam saat pengumuman kelulusan murid kelas VI pada Rabu (15/6/2022).

Semua di dalam ruangan ikut menangis, saat melihat Wati yang duduk sendirian sambil menangis," ujar Alfrits Koa, kepada Kompas.com, Kamis (16/6/2022).

Alfrits menyebut, Wati mendengar kelulusan bersama 11 murid kelas VI lainnya. Para murid yang lain, datang bersama orangtua mereka.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved