Berita NTT

Serapan APBD Provinsi NTT Disebut Rendah, DPRD NTT: Harus tambah

"Mulai 2024 nanti kita mulai membayar pokok dan bunga pinjaman sebesar 6,19 persen atau sekitar Rp 230 miliar pertahun," pintanya.

Editor: Gordy Donovan
DOK.TRIBUN
ILUSTRASI-- Ilustrasi uang. DPRD NTT menyoroti rendahnya serapan APBD NTT. 

TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Serapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah APBD tahun 2022 hingga semester pertama masih rendah.

Anggota Komisi III DPRD NTT, Hugo Rehi Kalembu, mengaku telah menerima laporan dari pemerintah terkait kondisi penyerapan APBD 2022 hanya bertengker dibawah 40 persen per semester pertama.

Menurut dia, tahun 2021 mendapat penilaian dari Badan Pemeriksa Keuangan BPK mengenai penyerapan APBD rendah. Hal ini menurut politisi partai Golkar itu, akan menyebabkan penumpukan atau semakin besarnya tunggakan PAD setiap tahun.

"Kalau tunggakan semakin besar, pendapatan semakin kecil lalu belanjanya semakin banyak maka KAS daerahnya akan terganggu," kata dia, Kamis 14 Juli 2022 kepada wartawan.

Baca juga: Seorang Oknum Polisi di NTT Diduga Aniaya Adik Kandungnya

 

 

 

Pemerintah harus lebih serius dalam memaksimalkan potensi daerah yang ada dan memudahkan proses pelayanan disamsat karena pendapatan paling banyak itu datang dari pajak dan retribusi.

Ia juga menyoroti soal regulasi dan sistem yang tidak memadai dalam pengelolaan aset dan kekayaan alam NTT. Ia mencontohkan seperti Samsat Online yang tidak memadai karena hanya sebatas menyetor sedangkan sistem seluruhnya masih menyewa dari Telkom dan lain-lain.

"Kita di komisi III sudah sepakati naskah kerjasamanya dengan bank NTT agar di diintegrasikan penuh agar terinput dipusat data bank sehingga jika ada penunggakan bisa diketahui secara sistem. Selain itu uang masuk keluar diketahui Gubernur dan jajarannya," ujarnya.

Sumber daya di UPT pendapatan juga didorong agar bisa ditingkatkan karena dari pengawasan mendapati banyak petugas yang berstatus honor sedangkan yang berstatus ASN sangat sedikit. Kondisi ini menurutnya akan berdampak pada pendapatan ditingkat UPT.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved