Warga NTT Korban KKB

Pernyataan Bupati Ngada Saat Melayat ke Rumah Duka Korban KKB

Bupati Kabupaten Ngada, Paru Andreas melayati jenazah korban aksi brutal Kelompok Krminal Bersenjata (KKB) di Kecamatan Golewa, Ngada, Selasa 19 Juli

TRIBUNFLORES.COM/PATRIANUS MEO DJAWA
BUPATI NGADA. Paru Andreas saat diwawancarai di kampung halaman korban KKB di Golewa, Ngada, Selasa 19 Juli 2022. 

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Bupati Kabupaten Ngada, Paru Andreas melayati jenazah korban aksi brutal Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kecamatan Golewa, Ngada, Selasa 19 Juli 2022.

Ada dua korban KKB asal Ngada yakni Hubertus Goty (42) dari Desa Dadawea dan Yulius Watu (27) dari Desa Ulubelu. Hubertus dan Yulius tewas di tangan KKB pada Sabtu pagi, 16 Juli 2022, di Kampung Nanggolait, Kabupaten Nduga, Papua.

Kepada sanak keluarga korban, Bupati Paru Andreas menyampaikan turut  berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Hubertus dan Yulius.

Diwawancarai TRIBUNFLORES.COM, terkait peristiwa tragis di Nanggolait, Bupati Paru Andreas menegaskan, aksi KKB adalah aksi yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

Baca juga: Istri dan Anak Antar Jenazah Hubertus Korban KKB Papua ke Ngada

 

Pernyataan tegas Bupati Paru Andreas ini, bukan pertama - tama karena ada dua warga asal Kabupaten Ngada yang menjadi korban, tetapi bahwa aksi KKB mutlak sebagai tindakan yang bertentangan dengan nilai kemanusiaan.

Selain itu, Bupati Paru Andreas menerangkan keberadaan warga asal Ngada di Nduga, sejatinya turut memberi kontribusi untuk pembangunan di Nduga.

"Mereka pergi untuk bekerja, tapi sangat disayangkan justru mereka harus menjadi korban kekerasan yang tidak berprikemanusiaan," ujar Bupati Paru Andreas.

Sosok pemimpin yang pernah menjadi Ketua Paguyuban Kabupaten Ngada di Jayapura dan Sentani ini kepada warga Kabupaten Ngada yang bekerja di tanah Papua untuk lebih berhati -hati, terutama bagi yang tinggal atau bekerja di wilayah yang rawan konflik.

Baca juga: Ayah Yulius Mimpi Buruk Sebelum Dapat Kabar Putranya Tewas di Tangan KKB

"Kita tau bersama ada beberapa daerah di sana yang rawan konflik, untuk itu saya mengimbau kepada masyarakat saya, Kabupaten Ngada, agar mencermati situasi, kondisi, keamanan," pungkas Bupati Paru Andreas.

Dia juga mengucap terima kasih kepada pemerintah pusat, pemerintah provinsi Papua dan kabupaten Nduga, yang telah berkoornasi memulangkan jenazah Hubertus dan Yulius sampai ke kampung halaman. (*).

Berita NTT Lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved