Harga Tiket Masuk Taman Nasional Komodo

Pergub Nomor 85 tentang Konservasi Taman Nasional Komodo Diberlakukan Januari 2023

Kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) di Pulau Komodo dan Pulau Padar ditunda penerapannya sampai awal tahun 2023.

Editor: Egy Moa
TRIBUNFLORES.COM /HO-WARGA
BANDARA UDARA-Bandara Udara Komodo di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Kamis 4 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Irfan Hoi

TRIBNFLORES.COM,KUPANG-Selain menunda kenaikan tarif masuk ke Taman Nasional Komodo (TNK) Pulau Komodo dan Pulau Padar di Manggarai Barat, Pulau Flores, Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT juga membatalkan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 85 tahun 2022 tentang Konservasi di TNK. 

Salinan Pergub yang diperoleh, Senin 8 Agustus 2022, disebutkan Pergub itu menyangkut penyelenggaraan konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya di TNK.  Pergub ini tediri dari 6 Bab dan 11 pasal. Rinciannya berisikan definisi, tujuan, ruang lingkup, kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah, penyelenggaraan, kontribusi dan pengawasan. Pergub itu diundangkan di Kupang pada 28 Juli 2022 dan diberlakukan pada 1 Agustus 2022. 

Pergub ditandatangani gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat dan Sekretaris daerah (Sekda) NTT, Domu Warandoy pada tanggal 28 Juli 2021. 

Domu yang dikonfirmasi Senin 8 Agustus 2022, mengaku aanya penundaan tarif masuk sebesar Rp 3,37 juta per tahun itu, maka Pergub ini juga ikut dibatalkan. Meski Pergub ini berisikan konservasi, tetapi penerapan akan mengikuti pemberlakuan tarif baru pada awal tahun 2023.

Baca juga: Jokowi Putuskan Tunda Kenaikan Tarif Masuk Taman Nasional Komodo di Labuan Bajo, Manggarai Barat

 

"Ini di-pending. Kita berlakukan pada 1 Januari 2023," sebutnya. 

Namun begitu, Domu  menyebut pembatalan Pergub ini tidak diikuti dengan keterangan tertulis. Dia berpendapat, Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTT Zeth Sony Libing telah mengumumkan penundaan, sehingga semua hal yang berkaitan akan ikut menyesuaikan dan diberlakukan pada tahun depan. 

Saat ini , menurutnya pemerintah tengah melakukan sosialisasi terkait dengan hal ini. Pelibatan masyarakat dan pihak terkait juga akan disesuaikan untuk prose sosialisasi yang berlangsung ini. 

Rekomendasi Tim Ahli 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTT mengklaim mengantongi rekomendasi dari tim ahli dari tujuh Universitas ternama di Indonesia melakukan konservasi di Taman Nasional Komodo.

Baca juga: Anggota DPRD Manggarai Barat Apresiasi Pemprov NTT Tunda Kenaikan Tarif Masuk Pulau Komodo

Keterangan tim ahli  dirilis Senin malam 8 Agustus 2022 dipimpin DR. Irman Firmansyah.

“Berdasarkan hasil kajian terungkap, jika upaya konservasi yang ketat tidak diberlakukan, dan kunjungan tidak dibatasi, kita akan melihat penurunan signifikan dalam nilai jasa ekosistem di dalam Taman Nasional Komodo terutama di Pulau Komodo dan Pulau Padar yang pada waktunya akan mempengaruhi keberlangsungan hidup komodo dan ekosistemnya," kata Firman

Pembatasan kunjungan wisatawan ini dilakukan juga untuk menekan hilangnya nilai jasa ekosistem. Tanpa pembatasan, diproyeksikan akan ada hilangnya nilai jasa ekosistem sebesar 11 T. 

Halaman
12
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved