Selasa, 14 April 2026

Berita Manggarai Tmur

Penyakit Darah Serang Ribuan Pohon Pisang di Manggarai Timur

Tamanam pisang di Kecamatan Borong dan Kecamatan Ranamese,Kabupaten Manggarai Timur diserang penyakit layu bakteri atau penyakit darah.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Penyakit Darah Serang Ribuan Pohon Pisang di Manggarai Timur
TRIBUN FLORES.COM/ROBERT ROPO
Petani di Manggarai Timur memberikan keterangan terkait tanaman pohon pisang mereka diserang penyakit, Senin 15 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo

TRIBUNFLORES.COM, BORONG-Ribuan tanaman pohon pisang di sejumlah wilayah Kecamatan Ranamese dan Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur (Matim) diserang penyakit layu bakteri atau dikenal dengan penyakit darah. 

Dinas Pertanian Kabupaten Matim mengimbau kepada seluruh para petani melakukan langkah preventif atau pencegahan terhadap meluasnya serangan penyakit ini dengan tujuan untuk Mengendalikan dan mengurangi penyebaran penyakit tersebut agar tidak menyebar ke tempat lain. 

Kepala Dinas Pertanian Manggarai Timur, Yohanes Sentis, SP didampingi Kabid Pengendalian dan Penanggulangan Bencana dan Perijinan Pertanian, Dinas Pertanian Kabupaten Matim, Benyamin Dansis, SP, kepada TRIBUNFLORES.COM, Senin 15 Agustus 2022, mengatakan serangan penyakit layu bakteri atau dikenal dengan penyakit darah yang saat ini menyerang tanaman pisang di beberapa wilayah di Kecamatan Borong dan Ranamese.

Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat petani agar melakukan langkah preventif atau tindakan pencegahan terhadap meluasnya serangan penyakit ini.

Baca juga: Ribuan Pelajar Manggarai Timur Menari Rangkuk Alu di HUT Kemerdekaan

Hal in dengan tujuan untuk mengendalikan dan mengurangi penyebaran penyakit tersebut agar tidak menyebar ke tempat lain.

"Terkait dengan antisipasi pencegahan penyakit tersebut, kita juga sudah memberikan surat imbauan kepada gereja-gereja untuk dibacakan pada setiap hari minggu pada saat ibadah. Begitu juga akan diberikan kepada mesjid-mesjid untuk diumumkan,"ujarnya.

Sentis juga menjelaskan, adapun gejala-gejala serangan penyakit layu bakteri yakni daun tanaman berubah warna menjadi kuning, jantung buah pisang mengering, mengkerut dan menghitam. 

Selain itu, bagian dalam batang pisang berwarna coklat kemerahan dan bagian dalam buah berlendir dan berwarna coklat kemerahan dan sama sekali tidak bisa dikonsumsi.

Baca juga: Sofia Mistika Riwu Terpilih Aklamasi Pimpin PPNI Manggarai Timur

Dijelaskan Sentis,  pencegahan yang disarankan antara lain yakni menggunakan bibit pisang yang bebas penyakit. Cegah serangga penular atau pembawa penyakit dengan cara membungkus buah dan jantung pisang. 

Potong segera jantung pisang setelah sisir buah terakhir saat keluar/muncul. Menggunakan alat pertanian yang steril dan tidak boleh menggunakan alat-alat pertanian dari luar atau tidak membiarkan pembeli memotong sendiri tanaman pisang karena diduga alat-alat pertanian tersebut telah digunakan untuk memotong tanaman yang terserang di tempat lain. 

Melakukan sanitasi pada tanaman dengan cara pemangkasan daun yang sudah kering dan membersihkan area kebun agar tidak lembab. 

Sentis juga mengatakan, dan jika tanaman pisang terlanjur terserang penyakit tersebut, maka tindakan pengendalian yang disarankan antara lain, melakukan eradikasi tanaman yaitu melakukan pemusnahan total pada bagian tanaman sampai ke bonggol pisang.

Baca juga: Sebuah Mobil Terbalik di Kampung Golo Manggarai Timur, Sopir dan Kondektur Selamat

Mengolah lahan yang terinfeksi dan menanami lahan tersebut untuk sementara dengan tanaman lain seperti jagung. Hindari menanam tanaman yang dapat terserang dengan penyakit yang sama seperti kacang-kacangan, terung, tomat dan cabai. 

Menggunakan pestisida sesuai anjuran dan penggunaan agensia pengendali hayati (trichoderma, sp). 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved