Berita NTT

Imigrasi Kelas II TPI Maumere Ikut Rapat Timpora NTT, Bahas Perlintasan Orang Asing di NTT

Sementara pemateri kegiatan dari Kepala Divisi Keimigrasian, Ibnu Ismoyo, memaparkan intensitas perlintasan manusia antar negara semakin meningkat.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/HO-IMIGRASI KELAS II TPI MAUMERE
RAPAT- Rapat Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Aula Kanwil Kemenkumham NTT, Senin 29 Agustus 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Paulus Kebelen

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Kantor Imigrasi Kelas II TPI Maumere, Kabupaten Sikka, mengambil bagian dalam kegiatan Tim Pengawasan Orang Asing (TIMPORA) tingkat wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 29 Agustus 2022.

Kegiatan diselenggarakan secara terpusat di Aula Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, dihadiri semua Kepala Kantor Imigrasi se-NTT, beserta unsur instansi vertikal seperti TNI, Polri, Binda, Kejaksaan, Kesbangpol, Disnaker, Disdukcapil, dan Disbudpar.

Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT, Marciana Dominika Jone, melalui keterangan tertulis mengatakan, esensi dari kegiatan rapat menjadi sarana bertukar informasi terhadap isu-isu strategis bidang kemigrasian.

"Kegiatan ini dapat dijadikan momentum untuk melakukan evaluasi terhadap sinergi yang telah berjalan sebelumnya, sehingga nantinya dapat meminimalisasi terjadinya pelanggaran keimigrasian atau tindakan yang dilakukan oleh orang asing," terang Marciana.

Baca juga: Dua Staf Rutan Kelas IIB Maumere Pindah Tugas, Habel Toi: Terima Kasih

 

Sementara pemateri kegiatan dari Kepala Divisi Keimigrasian, Ibnu Ismoyo, memaparkan intensitas perlintasan manusia antar negara semakin meningkat.

Dengan peningkatan tersebut, kata dia, akan berpengaruh kepada kompleksitas permasalahan politik, hukum dan keamanan Negara.

"Ada peningkatan baik yang masuk maupun keluar di wilayah Indonesia. Secara langsung maupun tidak langsung, pengaruhnya akan mengarah kepada pelaksanaan tugas dan pengawasan orang asing dengan kompleksitas permasalahan politik, hukum, kesejahteraan masyarakat, dan keamanan negara,"jelasnya.

Menurut dia, permasalahan tersebut akan merugikan kepentingan kehidupan bangsa dan negara Republik Indonesia yang lazim terjadi di lapangan.

Baca juga: Gara-Gara Ayam, Kades Kotowuji Barat di Nagekeo Dituding Intimidasi Warga

"Contohnya seperti kejahatan lintas negara yang terorganisir atau Transnational Organized Crimes. Seperti Perdagangan Wanita dan Anak, penyelundupan manusia, pencucian uang, narkotika dan obat-obatan terlarang, dan Imigran Illegal sampai terorisme.“ ucapnya.

Selanjutnya, masing-masing perwakilan menyampaikan permasalahan yang sedang dihadapi dan meminta klarifikasi dari instansi terkait.

Selain permasalahan, rapat diskusi juga memberikan banyak masukan dari para anggota TIMPORA dengan tujuan meningkatkan sinergi dan pertukaran informasi.

Berita NTT lainnya

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved