Berita BPJS Kesehatan

Dukung Pengembangan Layanan Kesehatan, Ketua Dewas BPJS Kesehatan Sambangi RS Siloam Labuan Bajo

Bupati Endi mengatakan bahwa dahulu masyarakat Manggarai Barat untuk berobat saja harus ke luar daerah, karena belum ada Rumah Sakit.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO-BPJS KESEHATAN ENDE
POSE BERSAMA - Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D.Vice President Siloam Grup Caroline Riyadi, Ketua Dekan Fakultas Kedokteran Universtitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin Prof. Irawan Yusup, Bupati Mabar Edistasius Endi, dan Tim Dinas Kesehatan Manggarai Barat dan RSUD Komodo foto bersama usai diskusi bersama terkait pelayanan kesehatan di Siloam Hospital Labuan Bajo, Sabtu 3 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Tommy Mbenu Nulangi

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO- Dalam rangka meningkatkan sinergi lintas lembaga untuk program JKN-KIS yang lebih baik, Sabtu 3 September 2022, BPJS Kesehatan menghadiri undangan rapat terbatas dari Bupati Manggarai Barat.

Acara diskusi dengan tema Pengembangan Pelayanan Di Labuan Bajo ini dihadiri oleh Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan Prof. dr. Abdul Kadir, Ph.D. Sp.THT-KL(K) M.A.R.S., Vice President Siloam Grup Caroline Riyadi, Ketua Dekan Fakultas Kedokteran Universtitas Indonesia Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Hassanudin Prof. Irawan Yusup, Tim Dinas Kesehatan Manggarai Barat dan RSUD Komodo.

Bertempat di ruangan pertemuan Siloam Hospitals Labuan Bajo, Bupati Manggarai Barat Edistasius Endi, SE membuka secara resmi kegiatan tersebut.

Baca juga: Peningkatan Pemahaman JKN, BPJS Kesehatan Gandeng Komisi IX DPR RI

 

Dalam sambutannya Bupati Endi mengatakan bahwa dahulu masyarakat Manggarai Barat untuk berobat saja harus ke luar daerah, karena belum ada Rumah Sakit. Bahkan ada juga yang berobat diluar negeri seperti Penang.

“Harapannya dengan adanya Rumah Sakit disini cerita itu bukan cuma berkurang tapi tidak boleh ada lagi, karena Manggarai Barat sudah punya Siloam Hospitals, RSUD Komodo yang sementara pengembangan untuk jadi Wings Internasional dan RS Santo Yoseph. Selain itu dengan kedatangan BPJS Kesehatan dan para akademisi di Manggarai Barat hari ini diharapkan dapat membantu daerah Barat dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang kesehatan. Berkolabirasi bersama untuk meningkatan layanan kesehatan,” papar Edistasius.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Prof. Abdul Kadir sendiri menjelaskan bahwa dengan adanya Rumah Sakit Siloam dan RS Umum Daerah tidak ada lagi cerita pasien harus dirujuk keluar daerah.

Rumah Sakit perlu melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga pelayanan kesehatan di Labuan Bajo semakin maju.

Baca juga: Kolaborasi MCS BPJS Kesehatan dan Gereja St. Yosef Freinademetz Ende Layani Kesehatan Lansia

“BPJS Kesehatan juga sebelum bekerjasama ada tahapan kredensialing yaitu penilaian atau skoring, jika mencapai nilai kelulusan maka kerja sama dapat ditindaklanjuti. Yang perlu diprioritaskan juga adalah bagaimana aksesibilitas pelayanan kesehatan di suatu daerah, sehingga jika peserta sakit, tidak sampai meninggal atau dikirim keluar daerah. Jika pelayanan tersebut ada disini maka percepat kerjasama, tetapi tentu saja sesuai dengan ketentuan dan aturan yang berlaku,” tutupnya.

Sementara itu itu Vice President Siloam Grup, Caroline Riyadi juga memberikan komitmen bahwa Siloam Grup berupaya untuk meningkatan kualitas layanan khususnya Indonesia Timur dan meminimalisir fraud yang dapat merugikan pihak terkait.

“Jika ada iur biaya, pembelian obat di luar perlu dilaporkan ke manajemen RS Siloam untuk dicaritahu apakah ini oknum atau ada dosa berjamaah.” ujar Caroline.

Caroline juga menambahkan dari total kunjungan pasien di RS Siloam Labuan Bajo, sebanyak 80 persen kunjungan adalah peserta JKN, sisanya adalah pasien umum. Saat ini Siloam Hospitals Labuan Bajo sedang dalam proses pengajuan kerjasama pelayanan Poli Urologi dengan BPJS Kesehatan Cabang Ende sebagai bentuk dukungan pelayanan kesehatan di Kabupaten Manggarai Barat, sehingga masyarakat yang membutuhkan tidak lagi dirujuk keluar daerah.

"Apalagi Kabupaten Manggarai Barat ini punya kota Labuan Bajo dengan status Kota Pariwisata Super Premium, bukan tidak mungkin jika nanti ada pariwisata kesehatan juga," ujarnya.

Dalam acara diskusi, Pps Kepala BPJS Kesehatan Cabang Ende Hendry Mario Sani Nggadas, mengutarakan rasa terimakasih pada Pemerintah Daerah Manggarai Barat yang mendukung penuh Program JKN dengan terwujudnya Universal Health Coverage sejak tahun 2021 hingga saat ini.

Baca juga: 1.200 Petani,Nelayan dan Tukang Manggarai Timur Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Halaman
12
Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved