Breaking News:

Berita NTT

Antisipasi Hadapi Krisis Pangan Dunia, Bank NTT Siapkan Strategi Bentengi Warga

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyampaikan sinyal bahwa pada tahun 2023 mendatang, akan terjadi krisis pangan besar-besaran bakal melanda.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / HO-HUMAS BANK NTT
SOSIALISASI - Direktur Utama Bank NTT, Harry Alexander Riwu Kaho, Kepala Dinas Pertanian NTT, Lucky Koli, kepala Biro Ekonomi Setda NTT, Dr. Lerry Yupidara dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lembata, Kanis Tuaq, tampil sebagai narasumber di Lewoleba. 

Sementara Kadis Pertanian NTT, Lucky Frederich Koli saat itu menjelaskan, kembali mengulang penegasan Gubernur terkait kian bertambahnya negara-negara gagal di dunia serta ancaman krisis pangan dunia.

“Banyak negara penghasil pangan dunia sudah jadi negara gagal sehingga kita kekurangan suplay. Bahaya yang ada di depan kita perlu ambil langkah-langkah. Melatarbelakangi situasi ini maka Pemprov mempersiapkan pangan masa depan untuk masyarakat yakni kit gencar menanam jagung sorgum dan kelor,”tegas Lucky.

Dia menyebut, Lembata adalah daerah potensial karena memiliki lahan kering sehingga sangat tepat untuk ditanami jagung, sorgum dan kelor. Bagi petani yang sudah menanam jagung, harus mengontrolnya sehingga pada hari ke-80, daun yang berada di bawah tongkol dipangkas sehingga lahan di bawahnya ditanami sorgum.

“Supaya kita tanam dua kali. Nah kelor ditanam di pagar saat hujan. Dengan skema TJPS Pola Kemitraan, pendapatan petani cukup besar sekali panen. Bank NTT siapkan aplikasi B Pung Petani agar menjadi wadah bersama petani seluruh NTT. Saya minta agar seluruh data petani diinput penyuluh sehingga tau, Desa A tanam apa, Desa B dan seterusnya,”tegas Lucky.

Dengan cara ini, tiga bulan kemudian pihaknya sudah dapat mengidentifikasi desa mana yang mengalami defisit dan mana yang surplus.

“Dengan aplikasi ini kita akan mengetahui mana desa yang panennya melimpah dan menjual dengan harga sekian, dan mana yang kekurangan sehingga harus dibantu.

Ini sangat membantu para kepala daerah dalam mengambiL keputusan.” Data-data pada aplikasi ini akan terus diupdate sehingga setiap dua pekan, akan berubah datanya. Dengan cara inilah masyarakat NTT akan keluar dari ancaman krisis pangan. Usai pemberian materi dilanjutkan dengan sosialisasi teknis pengisian data serta pengoperasian aplikasi oleh pejabat dari kantor pusat Bank NTT. (*)

Berita NTT lainnya

 

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved