Berita Sikka

Diduga Tebang Pohon di Hutan Lindung, Petugas Amankan Puluhan Warga Natakoli Sikka

"Kayu yang sudah berbentuk balok sekitar 263 batang, sedangkan yang sudah diangkut sebanyak dua mobil, tapi kami tidak tau mereka jual kemana" ujarnya

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / ARNOLD WELIANTO
AMANKAN - Tampak petugas mengecek kayu. Polisi Kehutanan Kabupaten Sikka menangkap Puluhan warga Desa Natakoli yang diduga sebagai terduga pelaku pencurian kayu di kawasan hutan lindung Popowolot di Desa Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka, Kamis, 29 September 2022 pagi. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Arnold Welianto

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- Polisi Kehutanan Kabupaten Sikka menangkap puluhan warga Desa Natakoli yang diduga sebagai terduga pelaku pencurian kayu di kawasan hutan lindung Popowolot di Desa Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka.

Informasi yang berhasil dihimpun TribunFlores.com dari salah satu warga Desa Natakoli, Martinus Perindus Aleaus menyebutkan, Penangkapan puluhan terduga pelaku pencurian kayu di kawasan hutan lindung Popowolot Desa Natakoli terjadi pada Kamis, 29 September 2022 pagi.

Menurutnya, Penangkapan terduga pelaku berawal dari informasi masyarakat setempat.

Baca juga: Ayahnya Sakit, Riko Bantu Sang Ibu Jual Nasi Kuning di Kota Maumere

 

Pada saat petugas menuju lokasi hutan lindung Popowolot, petugas menemukan puluhan warga Natakoli sedang melakukan aktivitas memotong kayu didalam hutan lindung tersebut.

"Saat petugas ke lokasi menemukan tukang pikul kayu 6 orang, tukang sensor 2 orang dan Pembantu sensor sementara beraktivitas didalam kawasan hutan lindung Popowolot," katanya

Menurutnya, kayu hasil curian tersebut dalam keadaan sudah dipotong-potong hingga berbentuk balok dan selanjutnya siap akan diangkut untuk diperjualbelikan.

Selain terduga pelaku, petugas juga mengamankan barang bukti ratusan batang kayu dan dua gergaji mesin.

"Kayu yang sudah berbentuk balok sekitar 263 batang, sedangkan yang sudah diangkut sebanyak dua mobil, tapi kami tidak tau mereka jual kemana" ujarnya.

Baca juga: Takut Ditilang Polisi, Pengendara Pura-pura Nongkrong di Monumen Tsunami Maumere

Menurutnya, hingga saat ini terduga pelaku sudah memenuhi dua panggilan petugas sejak penangkapan tersebut.

"Mereka menghadap ke kantor kehutanan dua kali, hari Jumat, 30 September 2022 dan hari ini, Senin, 3 Oktober 2022," katanya

Pantauan TribunFlores.com di kantor Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka terdapat beberapa potong kayu dan dua buah gergaji mesin yang diletakkan di salah satu ruangan kantor tersebut.

Sementara itu, Kepala Kantor Unit Pelaksana Teknis Kesatuan Pengelola Hutan (UPT KPH) Kabupaten Sikka, NTT, Benediktus Hery Siswadi saat dikonfirmasi TribunFlores.com,Via WhatsApp Senin 3 September 2022 membenarkan penangkapan tersebut.

"Iya benar, penangkapan hari Kamis kemarin dan polisi kehutanan sudah buat laporan kejadiannya," ujarnya.

Berita Sikka lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved