Berita NTT

Viral, Emak-emak di NTT Tarik Mobil yang Tersangkut di Jembatan Nunsosno Amfoang Utara

Dari video tersebut tampak emak-emak yang sedang memegang tali yang sudah diikat di bagian depan truk lalu bersama-sama mulai menghitung dan menarik.

Editor: Gordy Donovan
TANGKAPAN LAYAR VIDEO VIRAL
TARIK MOBIL - Ibu-ibu asal Amfoang yang beramai-ramai menarik mobil truk kayu melintasi jembatan kayu di desa Afoan, Amfoang Utara, Kabupaten Kupang, Selasa 13 Desember 2022. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Tapehen

TRIBUNFLORES.COM, OELAMASI - Sebuah truk kayu berwarna kuning dengan tulisan di bagian kaca depan "Fernando" mengalami kejadian nahas karena roda mobil tersangkut di jembatan Nunsosno, Desa Afoan, Kecamatan Amfoang Utara, Kabupaten Kupang.

Kejadian tersebut diketahui terjadi pada Selasa 13 Desember 2022 sore, namun ada hal menarik yang terjadi di sana karena ibu-ibu yang menumpangi mobil tersebut beramai-ramai menarik keluar mobil tersebut dari jembatan.

Hal itu diketahui juga dari cuplikan video yang viral beredar di media sosial dengan durasi 29 detik tersebut.

Dari video tersebut tampak ibu-ibu atau emak-emak  yang sedang memegang tali yang sudah diikat di bagian depan truk lalu bersama-sama mulai menghitung 1 sampai 3 lalu menarik mobil tersebut.

Baca juga: Mayoritas Forum Uji Publik Penataan Dapil Flores Timur Sepakati Rancangan Pemilu 2019

 

Tampak juga jembatan yang terbuat dari kayu tersebut terdapat celah di antara sambungan balok sehingga tampak roda Mobil tersangkut di celah tersebut.

Siska Nainel salah satu ibu yang juga ikut menarik truk tersebut yang berhasil dikonfirmasi mengungkapkan truk itu memuat ibu-ibu yang berjualan pinang di pasar Oepoli, Kecamatan Amfoang Timur menuju ke Desa Honuk, Kecamatan Amfoang Barat Laut.

"Kami sampai jembatan, ban truk jatuh dari rel dan truk tidak bisa lewat makanya kami bantu tarik pakai tali nilon," ujar Siska melalui sambungan telepon

Ia menjelaskan sudah beberapa bulan sering melintasi jembatan itu, mobil maupun sepeda motor kesulitan untuk melintasi karena papan banyak yang patah dan bolong. Sopir menyuruh penumpang untuk menyeberang sendiri agar menghindari kecelakaan.

Akibat banyak papan kayu yang sudah rapuh termakan usia mulai patah dan bolong di beberapa Sisi sehingga perintah yang melalui jembatan tersebut harus ekstra hati-hati dan terkadang untuk melintasi jembatan tersebut pun membutuhkan waktu yang cukup lama.

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Flores Hari Ini Rabu 14 Desember 2022, Sebagian Wilayah Mendung

"Kami mau lewat saja kemarin itu hampir 20 menit baru truk bisa lewat" ujarnya.

Penumpang lain Nelci Manoh mengakui bahwa jembatan tersebut memang sudah dibangun sejak tahun 90-an sehingga dirinya juga tidak heran melihat banyak papan kayu yang rapuh dan patah.

Meskipun menjadi akses utama masyarakat wilayah Amfoang kata dia hingga saat ini belum ada perhatian serius dari pemerintah Kabupaten Kupang maupun Pemerintah Provinsi.

"Semoga pemerintah bisa perhatikan jembatan ini karena tidak ada akses jalan alternatif lain lagi. Kami mau pergi jualan pinang dan melintasi atas jembatan sangat terhambat karena harus turun untuk bantu tarik truk apabila tersangkut," tandasnya.(Pos Kupang.Com)


Berita NTT lainnya

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved