Berita Flores Timur
Hadiri Ritual Porik Kreya, Penjabat Bupati Flores Timur Ajak Warga Balaweling Resapi Nilai Ritual
Warga Desa Balaweling, Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, menggelar ritual Porik Kreya. Ritual Porik Kreya, sebuah ritual yang menandai akan dibangu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Ritual-Adat-Solor-Selatan.jpg)
Masyarakat setempat menggelar ritual Porik Kreya, sebuah ritual yang menandai akan dibangunnya kapela baru.
Ritual Porik Kreya kali ini dilaksanakan untuk mengganti bangunan Kapela Reinha Balaweling yang sudah tua dan usang dengan bangunan yang baru.
Kapela Tua Reinha Balweling
Kapela tua ini berada Desa Balaweling, Solor Barat, Kabupaten Flores Timur. Karena letaknya di dataran tinggi, Kapela Reinha Balaweling dikelilingi kebun dan hutan. Pohon-pohon yang hijau dan asri menyuguhkan suasana teduh dan sejuk.
Terdapat halaman besar yang menjadi tempat berkumpul umat saat menggelar doa atau ritual adat lainnya. Atap seng yang cukup besar menaungi halamannya. Tampak pada ujung seng dipasangi pipa yang akan mengalirkan air hujan menuju tiga penampungan air yang terbuat dari terpal di bawahnya.
Sebuah beringin besar berdiri di bagian kanan kapela. Sementara di belakang kapela berjejer bangunan-bangunan kecil yang melambangkan 14 titik pemberhentian Jalan Salib Tuhan Yesus.
Di dalam kapela, terdapat patung –yang oleh masyarakat setempat dinamai patung Bunda Reinha Balaweling. Sebuah patung kecil Bunda Maria yang sedang memangku Tuhan Yesus.
Sembilan gambar berukuran kecil yang nampak menceritakan keberadaan komunitas suku yang berada di dalam rumpun adat dan sosial masyarakat Balaweling. Gambar ini menghiasi tembok bagian belakang kapela tua ini.
Berita TribunFlores.Com lainnya hanya di Google News