Kasus Penipuan
Ditipu Penjual Beras Bodong, Warga Manggarai Rugi Rp 85 Juta
Daniel Rapang, warga Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai harus menderita kerugian sebesar Rp 85.300.000 setelah diduga ditipu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KORBAN-PENIPUAN-BERAS.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Daniel Rapang, warga Kecamatan Cibal, Kabupaten Manggarai harus menderita kerugian sebesar Rp 85.300.000 setelah diduga ditipu oleh seorang penjual beras yang dikenal melalui media sosial.
Daniel Rapang kepada TribunFlores.Com, Senin, 13 Maret 2023 pagi di Mapolres Manggarai, menjelaskan, awalnya, dia mengetahui adanya penjualan beras di media sosial melalui akun yang diketahui bernama Lucky.
Karena tertarik, lanjut Daniel, dirinya bertanya soal harga dan langsung direspon oleh pemilik akun dan disebutkan beras tersebut berasal dari Lembor, Kabupaten Manggarai.
"Akhirnya dia minta nomor kontak, saya kasih, dia telpon dan cerita soal kondisi berasnya dan harga berasnya dan dia minta saya cari pelanggan di Cibal karena menurut dia, dia mau cari mitra yang bisa kerjasama untuk daerah Cibal tapi memang sebelumnya si Lucky ini saya tidak pernah kenal sama sekali," ungkap Daniel.
Baca juga: Dinkes Manggarai Kembali Lepas Pasung Pasien ODGJ di Poka Rahong Utara
Daniel Rapang yang tergiur dengan tawaran penjual beras, langsung mencari calon pembeli dan mendapatkan dua calon pembeli beras di wilayah Pagal dengan masing-masing memesan 3 dan 5 ton.
Keesokan harinya, lanjut Daniel, dirinya kembali dihubungi penjual beras yang bernama Lucky dan menyampaikan akan mengantarkan beras tersebut.
"Pagi sekitar jam 7 dia telepon saya katanya mobil sudah berangkat ke Pagal, setelah itu dia telpon saya lagi, mobilnya sudah ada di dekat Pertamina (red: SPBU) Pagal dan dia minta saya untuk ke Pertamina untuk jemput mobil yang antar beras ini," ujar Daniel.
Setelah tiba di SPBU Pagal, Daniel mengaku melihat dua mobil masing-masing L300 dan Truk bermuatan beras. Setelah melihat dua mobil tersebut, Daniel langsung menghampiri dan bertanya kepada sang pengemudi yang akhirnya diketahui Rian dan mengaku beras yang diangkut adalah beras milik Lucky.
Baca juga: Bawaslu Manggarai Apel Patroli Kawal Hak Pilih Warga Pemilu 2024
Maka, Daniel menyampaikan kepada Rian, salah satu sopir yang mengangkut beras tersebut, kalau beras tersebut milik Lucky maka beras itu adalah beras pesanan dia.
"Karena sudah benar beras ini beras Lucky yang saya pesan, maka saya arahkan mereka ke calon pembeli, sampai ke calon pembeli atas nama Willy, saya ajak dia untuk mengecek beras ini, kalau berasnya tidak bagus, kita harus tolak beras ini, tapi kalau berasnya bagus, setelah turunkan beras baru kita proses pembayarannya," tambah Daniel.
Setelah berasnya diturunkan, lanjut Daniel, Lucky mengirimkan nomor rekening agar pembayaran pembelian beras dibayar melalui nomor rekening oleh calon pembeli.
Dua pembeli beras di Pagal itupun melakukan transaksi pembayaran melalui nomor rekening yang diberikan Lucky kepada Daniel masing-masing pembeli atas nama Willy mentransfer uang sebesar Rp 20 juta, pembeli beras kedua atas nama Frans mentransfer uang sebesar Rp 36 juta 300 ribu dan dan sisanya sebesar Rp 41 juta ditransfer sendiri oleh Daniel Rapang dengan alasan membantu kedua pembeli tersebut karena keduanya tidak bisa lagi melakukan transaksi lagi dengan alasan limit banking.