Berita Belu
Cari Penyebab Kanker Lambung, Profesor Jepang dan China Teliti Lambung Orang Timor
Guru besar asal China dan Jepang bersama Fakultas Kedokteran UI dan tim peneliti Uniar Surabaya akan meneliti lambung masyarakat Kabupaten Belu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/WAKIL-KETUA-DPRD-BELU.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Agustinus Tanggur
POS-KUPANG.COM, ATAMBUA- Profesor asal Jepang dan China menggandeng profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) dan tim peneliti dari Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya meneliti lambung orang Timor.
Penelitian terhadap bakteri pada lambung (Helicobacter Pylori) yang menyebabkan kanker lambung pada manusia akan berlangsung selama 10 hari.
Wakil Ketua DPRD Belu, Cypri Temu, Selasa 11 Juli 2023 mengapresiasi dan menyampaikan terima kepada lembaga terkait yang sudah melakukan penelitian terhadap lambung orang Timor khususnya di Kabupaten Belu.
Cypri berharap agar pelayanan di RSUD Mgr Gabriel Manek Atambua dapat dilakukan secara baik dan primer, sehingga mereka bisa lebih nyaman dan betah selama melakukan penelitian tersebut. Dia juga juga meminta agar fasilitas-fasilitas yang ada harus disiapkan dan menata dengan baik.
Baca juga: 75 Anak Belu Antusias Ikut Khinatan Massal
Namun paling penting, yakni kesiapan tenaga medis RSUD yang membantu dalam proses penelitian ini sehingga para medis tersebut bisa menimbah pengalaman dari para Profesor dan juga para dokter yang melakukan penelitian.
Politisi Partai Nasdem ini juga berharap agar kedepan selain penelitian lambung pada orang Timor, juga dilakukan terhadap penyakit umum lain yang ada di Kabupaten Belu, misalnya kangker payu darah, tumor dan juga penyakit lain.
Pemerintah juga diharap agar melalaui instansi terkait untuk sering juga melakukan sosialisasi terhadap penyakit lambung dan juga penyakit lain yang ada di Kabupaten Belu sehingga masyarakat juga paham dan tahu terhadap pencegahannya.
Sebelumnya Bupati Belu, dr. Agus Taolin menyampaikan penelitian ini bukanlah ajang percobaan tetapi sebuah aksi menyeluruh mulai dari pemeriksaan hingga pengobatan jika ditemukan adanya penyakit pada lambung pasien.
Baca juga: BREAKING NEWS: Akibat Obat Nyamuk, Dua Rumah Warga di Belu Ludes Terbakar
"Pasien yang kita periksa adalah pasien yang punya penyakit lambung. Dan kalau ketemu penyakitnya, langsung diobati saat itu juga. Kita mempersiapkannya, dan ini juga bukan sekadar screening. Ini screening terhadap orang yang sementara sakit seperti Maag kronik, lambung luka, sendawa serta seluruh keluhan terkait gangguan di lambung," ujar Bupati Belu. *
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News