Kasus Rabies di TTS
13 Warga Timor Tengah Selatan Meninggal Akibat Rabies
warga Desa Besnam, Kecamatan Fatukopa, kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi korban ketigabelas yang meninggal dunia akibat virus rabies.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kepala-Dinas-Kesehatan-Kabupaten-Timor-Tengah-Selatan-dr-Ria-Tahun.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Adrianus Dini
TRIBUNFLORES.COM, SOE - Yonathan Bien (46) warga Desa Besnam, Kecamatan Fatukopa, kabupaten Timor Tengah Selatan menjadi korban ketigabelas yang meninggal dunia akibat virus rabies.
Korban menghembuskan napas terakhirnya Senin 11 Desember 2023, pukul 01.15 Wita.
Hal itu dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Timor Tengah Selatan, dr. Ria Tahun kepada Pos Kupang, Selasa, 12 Desember 2023.
Terkait kronologi kejadian dijelaskan, korban digigit anjing pada 4 September 2023 sekitar jam 14.00 Wita.
"Saat kejadian Korban sedang berada di kali untuk mengambil air. Pada saat itu secara tiba-tiba seekor anjing mengigit korban dari belakang. Anjing tersebut menggigit kaki kanan korban,"ungkapnya.
Baca juga: Bocah 5 Tahun di Malaka Meninggal Akibat Rabies, Dokter Asep Minta Tindakan Luar Biasa Cegah Rabies
Usai digigit anjing katanya, korban langsung mencuci luka dengan air sabun.
"Setelah kembali ke rumah korban melakukan kompres pada luka menggunakan air panas. Pada tanggal 6 September korban datang ke puskesmas untuk mendapat perawatan. Saat korban ke puskesmas stok vaksin kosong sehingga korban tidak diberi VAR," jelasnya.
dr. Ria mengatakan, setelah pengambilan vaksin di Kabupaten baru korban diberikan VAR.
Namun saat korban didatangi tim medis untuk memberikan VAR, korban tidak berada di rumah.
"Kondisi anjing setelah menggigit korban, langsung lari dan tidak ditemukan," imbuhnya.
Ria menyebut pasien mengalami gejala pada tanggal 3 Desember 2023, dengan gejala demam, nyeri pada kaki dan menyebabkan pasien sulit berjalan.
"Pada tanggal 8 Desember 2023 pasien mengeluh sulit untuk menelan (minum air) dan merasa gelisah jika terkena udara atau angin,"tuturnya.
Terkait kondisi tersebut kata Ria, keluarga sudah diedukasi untuk membawa korban ke Puskesmas atau Rumah Sakit, tetapi keluarga belum bersedia.
Baca juga: Rumah Janda 2 Anak di Waiblama Sikka Ludes Terbakar saat Korban Pergi Melayat