Pungli di Kapal Ferry
Ombudsman NTT Ungkap Dugaan Pungli Tiket VIP di Kapal Ferry
Ombudsman NTT mengungkapkan dugaan pungutan liar atau pungli penjualan tiket VIP di kapal Ferry.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kapal-Ferry-Maumere.jpg)
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
POS-KUPANG.COM, KUPANG- Ombudsman NTT mengungkapkan dugaan pungutan liar atau pungli penjualan tiket VIP di kapal Ferry.
Dugaan itu muncul ketika penumpang membeli tiket kelas ekonomi dari loket penjualan. Di dalam kapal, ABK menjual lagi kelas VIP ke penumpang dengan satu tempat tidur dikenakan tarif Rp 50.000.
Kepala Ombudsman NTT Darius Beda Daton, Senin 15 April 2024, menyebut perilaku itu dengan sebutan "praktek amplop coklat ABK ASDP".
"Praktek pungutan tambahan biaya sebesar Rp 50.000 bagi penumpang kapal ASDP Ferry yang membeli tiket kapal kelas ekonomi namun masuk ke dalam ruang VIP rupanya sulit dihilangkan," kata dia, Senin malam.
Baca juga: Anggota DPR RI AHP : Penyaluran PIP Tepat Sasaran
Menurut Darius Beda Daton, praktek buruk ABK kapal ini pasti pernah dirasakan para penumpang kapal-kapal milik ASDP seluruh lintasan di NTT.
Penumpang yang membeli tiket ekonomi tetap dipersilahkan masuk ke ruang VIP dengan membayar biaya tambahan ke petugas kapal sebesar Rp 50.000.
"Biasanya saat pemeriksaan tiket, ABK membawa amplop coklat besar untuk menyimpan uang tambahan Rp 50.000 ke seluruh penumpang yang tidak membeli tiket VIP tersebut," ujarnya.
Praktek ABK ini sering dikeluhkan penumpang sehingga pada Desember 2023 lalu. Ombudsman NTT pernah
melakukan monitoring langsung ke dalam kapal bersama manager bisnis ASDP Cabang Kupang, Andre Matte.
Baca juga: 3 Lulusan AIC Labuan Bajo Bekerja di Malaysia, Dilepas Bupati Edi Endi
Pungli di Kapal Ferry
Kapal Ferry
Perwakilan Ombudsman NTT
Ungkap Dugaan Pungli Tiket VIP
TribunFlores.com
| Mahasiswa Unika Ruteng Tekankan Pentingnya Kompres Hangat untuk Bantu Turunkan Demam pada Anak |
|
|---|
| Mahasiswa Unika Ruteng: Budaya Membaca Perlu Ditingkatkan di Kalangan Anak Muda |
|
|---|
| Pria Asal Sumba Dianiaya di Bali, Orang Tua Korban Minta Tolong Kapolri hingga Presiden Prabowo |
|
|---|
| Kronologi dan Duduk Perkara Pria Asal Sumba NTT Disekap dan Disiksa di Bali |
|
|---|
| Mahasiswa Unika Ruteng: Obesitas Jadi Tantangan Kesehatan Serius yang Perlu Perhatian Bersama |
|
|---|