Rabu, 17 Juni 2026

Berita Lembata

Kabupaten Lembata 'Diserang' Rabies dan ASF, Apa yang Dilakukan Pemda?

Kabupaten Lembata saat ini menghadapi dua ancaman virus. Rabies dan Afrikan Swine Fever (ASF) atau virus babi Afrika. Khusus rabies, Pemerintah Kabup

Tayang:
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Kabupaten Lembata 'Diserang' Rabies dan ASF, Apa yang Dilakukan Pemda?
TRIBUNFLORES.COM/HO
Rapat koordinasi lintas sektor di ruang rapat Bupati Lembata, Lewoleba, Selasa, 04 Juni 2024, membahas masalah kondisi luar biasa (KLB) kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan Rabies, Selasa, 4 Juni 2024. 

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Kabupaten Lembata saat ini menghadapi dua ancaman virus. Rabies dan Afrikan Swine Fever (ASF) atau virus babi Afrika.

Khusus rabies, Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini sudah memberlakukan status Siaga Bencana Non Alam Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies sejak 1 April hingga 31 Desember 2024.

Langkah ini diambil karena jumlah gigitan anjing di Lembata 377 orang sejak Januari hingga Maret 2024.

Pemerintah Kabupaten Lembata meminta warganya untuk melapor ke petugas kesehatan hewan setempat kalau masih ada anjing peliharaan yang belum divaksinasi. Vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini.

Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata Theresia Making berujar terdapat 27.237 anjing yang tersebar di 9 kecamatan yang ada di Lembata. Dari jumlah itu, tercatat baru 1851 anjing yang telah mendapatkan vaksin rabies.

Baca juga: 239 Ternak Babi di Lembata Mati Sejak Mei 2024, Dua Sampel Babi Positif ASF

 

 

Dia menjelaskan hal ini usai rapat koordinasi (rakor) terkait ASF dan rabies di Kantor Bupati Lembata, Selasa, 4 Juni 2024.

Theresia mengaku petugas sering kesulitan memberikan vaksin karena pemilik anjing juga tidak sanggup menjinakkan peliharaanya tersebut.

"Petugas kami sudah sampai di rumah tetapi seringkali tuan rumah sendiri tidak bisa membuat anjingnya jadi jinak sehingga petugas bisa suntik vaksin dengan baik," ujarnya.

Stok vaksin rabies juga jadi salah satu halangan. Saat ini jumlah vaksin yang tersedia sebanyak 205 vial yang hanya bisa dipakai untuk 2050 ekor anjing.

Pemerintah daerah sedang berupaya mengatasi kekurangan stok vaksin ini dengan mengajukan dana siap pakai (DSP) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Petugas Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata Gregorius Dengakae menyebutkan titik zona merah rabies di wilayah Kecamatan Nubatukan yakni Kelurahan Lewoleba Timur, Lewoleba Barat, Lewoleba dan Selandoro.

 

Baca juga: 4 Kelurahan di Lembata Zona Merah Rabies, Petugas Kesulitan Vaksin Anjing

 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
3 - 1
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Berita Populer

Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved