Berita Lembata
Kabupaten Lembata 'Diserang' Rabies dan ASF, Apa yang Dilakukan Pemda?
Kabupaten Lembata saat ini menghadapi dua ancaman virus. Rabies dan Afrikan Swine Fever (ASF) atau virus babi Afrika. Khusus rabies, Pemerintah Kabup
Penulis: Paul Kabelen | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/cvdfres.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA-Kabupaten Lembata saat ini menghadapi dua ancaman virus. Rabies dan Afrikan Swine Fever (ASF) atau virus babi Afrika.
Khusus rabies, Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini sudah memberlakukan status Siaga Bencana Non Alam Kejadian Luar Biasa (KLB) Rabies sejak 1 April hingga 31 Desember 2024.
Langkah ini diambil karena jumlah gigitan anjing di Lembata 377 orang sejak Januari hingga Maret 2024.
Pemerintah Kabupaten Lembata meminta warganya untuk melapor ke petugas kesehatan hewan setempat kalau masih ada anjing peliharaan yang belum divaksinasi. Vaksinasi penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus mematikan ini.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Lembata Theresia Making berujar terdapat 27.237 anjing yang tersebar di 9 kecamatan yang ada di Lembata. Dari jumlah itu, tercatat baru 1851 anjing yang telah mendapatkan vaksin rabies.
Baca juga: 239 Ternak Babi di Lembata Mati Sejak Mei 2024, Dua Sampel Babi Positif ASF
Dia menjelaskan hal ini usai rapat koordinasi (rakor) terkait ASF dan rabies di Kantor Bupati Lembata, Selasa, 4 Juni 2024.
Theresia mengaku petugas sering kesulitan memberikan vaksin karena pemilik anjing juga tidak sanggup menjinakkan peliharaanya tersebut.
"Petugas kami sudah sampai di rumah tetapi seringkali tuan rumah sendiri tidak bisa membuat anjingnya jadi jinak sehingga petugas bisa suntik vaksin dengan baik," ujarnya.
Stok vaksin rabies juga jadi salah satu halangan. Saat ini jumlah vaksin yang tersedia sebanyak 205 vial yang hanya bisa dipakai untuk 2050 ekor anjing.
Pemerintah daerah sedang berupaya mengatasi kekurangan stok vaksin ini dengan mengajukan dana siap pakai (DSP) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Petugas Kesehatan Hewan dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Lembata Gregorius Dengakae menyebutkan titik zona merah rabies di wilayah Kecamatan Nubatukan yakni Kelurahan Lewoleba Timur, Lewoleba Barat, Lewoleba dan Selandoro.
Baca juga: 4 Kelurahan di Lembata Zona Merah Rabies, Petugas Kesulitan Vaksin Anjing
4 Kelurahan di Lembata Zona Merah Rabies
Lembata Zona Merah Rabies
Dua Sampel Babi di Lembata Positif ASF
Edukasi Rabies Karhutla dan ASF
Bupati Ende Yosef Badeoda
ende
Berita Ende
| DLH Ende Sebut Lingkungan Sekolah jadi Penghasil Sampah Plastik Terbesar di Kota Ende |
|
|---|
| Timnas Indonesia U-20 Takluk Pada Laga Perdana Turnamen Tournoi Maurice Revello di Prancis |
|
|---|
| Usai Naturalisasi, Calvin Verdonk Langsung Perkuat Timnas Indonesia Lawan Filipina |
|
|---|
| Sambut Hari Bhayangkara ke-78, Polres Sikka Gandeng Aliansi Wartawan Sikka Gelar Latihan Menembak |
|
|---|