Nakes di Maumere Demo
Fraksi Perindo Sikka: Janji Tinggal Janji Soal Jasa Covid 19
"Menyangkut dengan jasa medis dana Covid 19 tahun 2020 dan 2021, kami dari Fraksi Partai Perindo sudah menyampaikan
Penulis: Hilarius Ninu | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Marten-Adji-DPRD-Sikka.jpg)
Sehingga, menurut dia, dengan adanya kendala di Perbup ini, pihaknya sementara mencari kekosongan hukum dengan SK Bupati.
"Itu semua di tingkat manajemen itu tidak bisa membayar, kami sebagai bupati dengan membuat SK Bupati pun tentu harus membuat satu argumentasi hukum yang harus kuat dengan pembayaran dana insentif Covid 19 2020-202. Itu harus dengan Cost Per Day sementara Perbup kita tidak mengatur Cost Per Day dia hanya INA CBG's,"ungkapnya
Dalam audiensi itu, ia meminta kepada para nakes untuk bersabar. Pihaknya akan berusaha mencari solusi untuk memenuhi hak para nakes tersebut.
"Uangnya sekarang ada, bukan tidak ada, " ucapnya di hadapan para nakes.
Ia juga menegaskan bahwa tunggakan dana insentif Covid 19 bagi para nakes berkisar bulan Maret 2020 hingga September 2021. Pihaknya pun berhati-hati mengambil keputusan sambil melakukan konsultasi dengan BPK.
"SK Bupati ini juga kita harus berhati hati, memang ada konsultasi ke BPK tapi konsultasi itu tidak diberikan dengan dokumen tertulis, konsultasi itu personal, sehingga kami minta supaya bikin surat tertulis kepada BPK," terangnya.
Dana Rp 8 Milyar
Dengan adanya hal ini, Perbup yang ada dapat diabaikan. "Jadi memang keputusannya sedikit sulit, " tandasnya.
Ia membeberkan sisa nominal uang yang harus dibayarkan kepada para nakes sebesar Rp 8 Miliar. Perihal solusi yang diambil pemerintah, Adrianus Firminus Parera menandaskan bahwa saat ini pemerintah mencoba dua solusi alternatif.
"Berproses melalui Perbup dan berproses melalui SK Bupati, " tandasnya.
Mencari Solusi
Ia menegaskan pemerintah tidak ingin menyusahkan para nakes. Pemerintah selalu berupaya mencari solusi agar memenuhi hak para nakes. Adapun salah satu langkah yang telah dilakukan pemerintah sebelumnya adalah melalui sosialisasi.
"Dan itu sudah dilakukan beberapa kali terkait dengan hal ini, " tuturnya.
Untuk diketahui, proses audiensi antara para nakes bersama pemerintah berjalan dengan lancar.
Mantan Kepala Ruangan Isolasi Covid TC Hillers, Lus Lero, mewakili para Nakes menyampaikan beberapa hal terkait persoalan tersebut, berharap pemerintah dapat segera mendapatkan solusi bijak menyelesaikan persoalan itu.
Ia juga berterimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Sikka yang telah terbuka menerima kedatangan para nakes.
"Kami juga tetap bertugas menjalankan profesi kami melayani masyarakat, " ucapnya. (NOF)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Nakes di Maumere Demo
Janji Tinggal Janji Soal Jasa Covid 19
Fraksi Perindo Sikka
Marten Adji
TribunFlores.com
| Jawaban Direktur RSUD Maumere Tak Memuaskan, Nakes Temui Sekda Sikka |
|
|---|
| Demo Tuntut Manajemen Bayar Jasa Covid 19, Nakes RSUD TC Hillers Maumere: Itu Hak Kami |
|
|---|
| BREAKING NEWS : Nakes di RSUD TC Hillers Maumere Sikka Demo Tuntut Pembayaran Jasa Covid 19 |
|
|---|
| Gaji dan Jaspel Nakes RSUD Ende Belum Dibayar, Anggota DPRD Sebut Contoh Buruk Wajah Birokrasi |
|
|---|