Peringatan Dini Cuaca NTT
Peringatan Dini Cuaca NTT 1-3 April 2025, Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang di Wilayah Ini
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah NTT pada 1-3 April 2025 di beberapa wilayah yang berpotensi dilanda hujan lebat dan angin kencang.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Cristin Adal
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Hujan-maumere-31-maret.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1-3 April 2025 di beberapa wilayah yang berpotensi dilanda hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang.
Adapun wilayah yang dilanda hujan sedang- lebat- angin kencang pada 1 April 2025 yakni Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Ngada, Nagekeo, Ende, Sikka, Flores Timur, Lembata, dan Alor. Sementara wilayah potensi anging kencang, Sabu Raijua.
Wilayah dilanda hujan sedang-lebat-angin kencang pada 2 April 2025 yakni Kabupaten Kupang, TTS, TTU, Belu, Malaka, Sikka, Lembata, Alor, dan Sumba Timur. Sementara wilayah potensi angin kencanag Sabu Raijua.
BMKG menjelaskan kondisi dipicu aktifnya gelombang equatorial Rossby, gelombang Kelvin, dan Low Frequency di Samudra Hindia barat Sumatera, Laut Cina Selatan, Laut Natuna utara, NTB, NTT, Laut Sawu, Kalimantan Utara, dan Samudera Pasifik utara Papua, yang berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.
Baca juga: BMKG Ungkap Siklon Tropis dan Bibit Siklon Tropis Masih Terpantau, Waspada Cuaca Signifikan
Fenomena MJO
BMKG juga mengungkapkan fenomena MJO saat ini terpantau berada di fase 6 (WesternPacific) yang diprediksi berlangsung hingga seminggu ke depan, dan secara spasial terprediksi aktif di Laut Jawa, pesisir selatan Kalimantan, Selat Makassar bagian selatan, Laut Flores, Sebagian Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Laut Sawu, Laut Timor, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Laut Banda bagian barat, serta dengan OLR yang cenderung bernilai positif.
Kombinasi antara MJO, gelombang Kelvin, gelombang Rossby Ekuator, dan gelombang Low Frequency pada wilayah dan periode yang sama terpantau aktif di Laut CIna Selatan, Laut Sulu, Kalimantan Utara, Laut Sulawesi, Tahuna, NTB, NTT, Laut Timor, perairan utara Maluku Utara, Samudera Pasifik utara Papua hingga utara Maluku Utara, sehingga berpotensi meningkatkan aktivitas konvektif serta pembentukan pola sirkulasi siklonik di wilayah tersebut.
Baca juga: Kondisi Gunung Lewotobi Laki-laki Siang Ini 7 Kali Gempa Hembusan
Perlambatan Angin dan Pertemuan Angin
Daerah perlambatan angin (konvergensi) lainnya terpantau memanjang di Aceh, dari Sumatra Utara hingga Lampung, di Selat Karimata, di pesisir selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, dari Kalimantan Barat bagian selatan hingga Sulawesi Selatan, di Kalimantan Selatan, di Kalimantan Utara, di Laut Sulawesi, di Sulawesi bagian tengah, dari Maluku Utara hingga Maluku, di NTT, dari Papua Barat Daya hingga Papua Pegunungan, di Papua dan di Laut Arafuru.
Daerah pertemuan angin (konfluensi) terpantau di perairan barat Lampung, Laut Jawa, NTT, Laut Flores, Laut Timor, Laut Banda, dan Laut Arafuru.