Berita NTT

Pemprov NTT Sebut Rencana Investasi Peternakan di Sumba Timur Tunggu Hasil Analisis

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut rencana investasi peternakan di Kabupaten Sumba Timur saat ini menunggu hasil analisi

Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Pemprov NTT Sebut Rencana Investasi Peternakan di Sumba Timur Tunggu Hasil Analisis
POS-KUPANG.COM/HO-DOK.POS-KUPANG.COM
SAPI - Pemerintah Provinsi NTT sedang menunggu hasil analisis resiko tentang kelayakan pengembangan sapi perah dan pedaging di Sumba Timur. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

POS-KUPANG.COM, KUPANG  - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Timur (NTT) menyebut rencana investasi peternakan di Kabupaten Sumba Timur saat ini menunggu hasil analisis resiko dari Kementerian Pertanian bersama pihak terkait. 

Investasi itu datang dari investor asal Brasil. Rencananya akan ada pengelolaan peternakan sapi perah dan pedaging yang dikembangkan di wilayah setempat. 

"Memang sudah itu sudah direncanakan dan sudah ada rekomendasi dari Kementerian Pertanian dan sudah survei lokasinya," kata Kepala Dinas Peternakan NTT, Yohanes Oktavianus, Rabu (21/5/2025).

Dia mengatakan, hasil analisis kelayakan itu berkaitan dengan sapi yang didatangkan dari luar wilayah. Sebab, selama ini dalam aturannya tidak dibolehkan membawa sapi dari luar ke wilayah NTT. 

Baca juga: Pemkab Malaka Siapkan Atlet untuk PON 2028, Dorong Pembangunan GOR

 

 

"Dari hasil tentang kelayakan sapi itu bisa datang ke NTT itu sudah dilaksanakan di Kementerian sana. Kita menyesuaikan dengan peraturannya. Analisa resiko sudah dilaksanakan, kalau sudah deal, tahun ini sudah bisa datang," katanya. 

Menurut dia, sapi yang dibawa dari Brasil harus langsung menuju Sumba dan tidak boleh menyinggahi daerah lainnya. Demikian juga dengan sarana prasarana yang belum dipenuhi, investor harus membantu. 

Yohanes berkata, pola peternakan yang akan digunakan adalah menggunakan plasma. Dari 2000 ekor sapi, akan ada beberapa kelompok warga lokal yang bakal dilibatkan. 

"Nanti di inti plasma akan dikembangkan oleh plasma (mitra) itu yang bekerja sama dengan investor," katanya.

Pemerintah menyiapkan lebih dari 2 hektar lahan yang ada di Kabupaten Sumba Timur untuk investasi itu. Para peternak lokal yang dilibatkan, kata dia, akan diberi pendampingan oleh investor. 

"Sekitar 100 peternak. Dia bentuk kelompok. Satu kelompok lima orang. Satu kelompok akan merawat 20 ekor sapi," kata Yohanes. 

Dia berharap, agar rencana ini tidak tertunda. Keseriusan dari semua pihak harus ada. Tujuannya agar memperbaiki varietas sapi yang ada di NTT. 

Apalagi, jenis sapi di Sumba Timur memiliki kesamaan dengan sapi dari Brasil. Tentu dengan pengembangan ini akan ada sapi dengan kualitas yang baik. 

"Plasma yang awal ini harus jadi, supaya dia betul-betul berkembang. Kalau berhasil kita kembangkan ke daerah lainnya," katanya. 

Selama proses awal, Yohanes mengaku semua pihak terlibat dan menyambut baik rencana itu. Bahkan, sudah ada beberapa kali pertemuan yang dilakukan menyikapi hal ini. 

Sebelumnya, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu mengatakan bahwa proyek ini bisa mengurangi impor daging dan susu yang dibutuhkan untuk Makan Bergizi Gratis (MBG). 

"Proyek ini juga mendukung program pemerintah seperti MBG dan pengurangan impor daging serta susu," ujar Todotua Pasaribu.

Sementara Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Agung Suganda mengatakan, Brazil adalah salah satu negara yang sukses mengelola industri ini. 

"Selama ini kita harapkan industri ini kita bisa bawa seluruh ekosistemnya dan tujuan akhir ini semuanya adalah kita bisa berdedikasi terhadap kebutuhan daging dan susu," ucap Agung Suganda. (fan) 

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved