Berita NTT
Pentingnya Kolaborasi dengan PKK Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak di NTT
Direktris LBH APIK NTT, Ansy D. Rihi Dara, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk PKK, dalam menangani
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yuan Lulan
POS-KUPANG.COM, KUPANG – Direktris LBH APIK NTT, Ansy D. Rihi Dara, menegaskan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, termasuk PKK, dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Nusa Tenggara Timur.
Hal ini disampaikan Ansy dalam sesi kedua Rapat Koordinasi TP PKK NTT 2025 bertema ''Best Practice Peran LBH APIK dalam Advokasi Penanganan Kasus Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di NTT.''
Menurut Ansy, banyak kasus yang ditangani LBH APIK justru berasal dari laporan kader maupun pengurus PKK di desa-desa.
“Salah satu praktik terbaik adalah kolaborasi. Banyak laporan masuk ke kami melalui jaringan PKK. Itu bukti PKK punya peran besar dalam perlindungan perempuan dan anak,” ujarnya.
Baca juga: Dinas Peternakan Kabupaten Kupang Bentuk Tim Vaksinasi, Cegah Rabies
Ia menambahkan, LBH APIK bekerja bukan untuk mencari keuntungan, tetapi murni memberikan bantuan hukum.
“Sekalipun korban bukan dari masyarakat miskin, tetap bisa kami dampingi, tentu ada subsidi silang,” jelasnya.
Selain advokasi hukum, LBH APIK juga mendorong desa-desa mengakses dana desa untuk program perlindungan perempuan serta meningkatkan keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan desa.
“Kekerasan paling tinggi di NTT adalah kekerasan seksual terhadap anak, disusul KDRT yang berujung perceraian. Karena itu, kita butuh kerja sama semua pihak, termasuk PKK, gereja, lembaga adat, dan sekolah, agar NTT bisa menjadi daerah ramah perempuan dan anak,” kata Ansy. (Uan)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.