Berita Ende
Serapan APBD Ende 2025 Terendah Tingkat Nasional, Bupati dan DPRD Beri Komentar Berbeda
Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ende baru mencapai 20,07 persen hingga Agustus 2025.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BUPATI-BERI-KETERANGAN-Bupati-Ende-Yosef-Benediktus-Badeoda-Ende.jpg)
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Ende baru mencapai 20,07 persen hingga Agustus 2025.
Angka ini menempatkan Kabupaten Ende berada di urutan kedua dari terakhir secara Nasional atau berada satu tingkat di atas Kota Palu.
Serapan anggaran adalah tingkat penggunaan sumber daya keuangan suatu entitas (misalnya, kementerian atau pemerintah daerah) untuk mendukung kegiatan pembangunan dalam bentuk anggaran tahunan, yang dihitung sebagai rasio antara anggaran yang telah dikeluarkan dan target yang ditetapkan.
Baca juga: BREAKING NEWS : Warga Desa Kowi Sikka Dianiaya Hingga Tewas
Penyerapan anggaran yang optimal penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi dan efektivitas pelaksanaan program, sementara keterlambatan dapat menghambat realisasi anggaran dan pertumbuhan ekonomi
Secara Nasional, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto memaparkan realisasi belanja Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) provinsi dan kabupaten/kota hingga 22 Agustus 2025.
Tercatat realisasi belanja daerah baru mencapai Rp604,33 triliun atau sekitar 43,63 persen dari pagu tahun ini.
Capaian tersebut menurun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada 22 Agustus 2024, realisasi belanja APBD tercatat sebesar Rp736,93 triliun atau 52,16 persen dari pagu. Artinya, serapan anggaran daerah tahun ini masih lebih lambat dibanding tahun lalu.
Sementara itu, Bupati Ende, Yosef Benediktus Badeoda mengatakan, data tersebut merupakan data yang tercatat melalui sistem sedangkan di Kabupaten Ende sendiri banyak kegiatan yang tercatat secara manual.
"Itukan yang tercatat dengan sistem, sementara di Ende ini lebih banyak yang secara manual, belum diinput, jadi kalau kita sudah input semua maka itu kita akan naik realisasinya," jelas Bupati Yosef saat diwawancarai TribunFlores.com, Senin (1/9/2025) di Kantor Bupati Ende.
Dikatakan Bupati Yosef Badeoda, hal itu karena pada pemerintahan sebelumnya banyak kegiatan yang tidak diinput melalui sistem namun dilakukan pencatatan secara manual.
"Karena dulu tidak by sistem jadi manual dulu karena ini kan masa transisi jadi banyak yang manual dulu nanti baru diinput, ini sedang diinput semua," tambah politisi Partai Demokrat itu.
Rendahnya penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2025 ditanggapi berbeda oleh anggota DPRD Kabupaten Ende dari Fraksi PDI-P, Sabri Indra Dewa.
Menurut Sabri, ada beban anggaran yang begitu besar di tahun 2025 yang harus diselesaikan oleh pemerintah daerah.
APBD Ende 2025 Terendah
APBD Ende 2025 Terendah Tingkat Nasional
Serapan APBD Ende 2025 Terendah
Tribun Flores.com
Kantor Bupati Ende NTT
Yosef Badeoda
| Tunjangan 30 Anggota DPRD di Ende Bakal Kembali Dievaluasi Pemerintah |
|
|---|
| Inspektorat Audit DPRD Ende, Bupati Ende: Ada Temuan Kita Minta Klarifikasi |
|
|---|
| Sikapi Gelombang Demonstrasi di Indonesia, Bupati Badeoda: Tidak Ada Hal yang Perlu Dituntut di Ende |
|
|---|
| Sambangi Istana Keuskupan Agung Ende, Kapolres Minta Dukungan Kamtibmas dan Perkuat Sinergi |
|
|---|
| BPJS Kesehatan Perkuat Literasi Jaminan Kesehatan Nasional di Kalangan Mahasiswa Akper Ende |
|
|---|