Flores Bicara
Kader Posyandu, TPK dan KPM di Ende Butuh Pelatihan Tambahan Hadapi Transformasi Digital
Ia menambahkan bahwa desa sebenarnya memiliki ruang anggaran untuk memperkuat kemampuan
Penulis: Cristin Adal | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Dr-HENI.jpg)
TPK mendampingi keluarga berisiko stunting, mulai dari deteksi dini, kunjungan rumah, edukasi, hingga fasilitasi rujukan dan bansos. Mereka menginput temuan lapangan ke aplikasi Elsimil.
Kader Pembangunan Manusia (KPM)
KPM mengoordinasi seluruh kegiatan percepatan penurunan stunting, termasuk advokasi anggaran desa, konsolidasi data, dan memastikan program berjalan konvergen.
“Semua data ini harus dikonsolidasikan. Kader Posyandu punya data, TPK punya data, KPM punya data. Sasarannya sama, sehingga tidak boleh jalan sendiri-sendiri,” ujar dr. Heni.
Peningkatan Kapasitas Masih Jadi Tantangan
Meski menjadi ujung tombak, ketiga tenaga ini masih menghadapi tantangan besar, terutama kapasitas dan keterampilan digital untuk mengoperasikan aplikasi.
“Mereka beragam dari segi kemampuan. Masih banyak yang kesulitan mengoperasikan aplikasi, padahal semua data harus diinput dengan benar. Karena itu pelatihan rutin terus dilakukan setiap tahun, baik oleh pusat, provinsi, maupun kabupaten,” ungkapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa desa sebenarnya dapat menggunakan Dana Desa untuk peningkatan kapasitas kader, sesuai regulasi Permendesa.
Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News
| Kader Posyandu, TPK dan KPM Jadi Garda Terdepan Turunkan Stunting di Ende |
|
|---|
| Bupati Ende: Masih Ada Warga Kota Ende yang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni |
|
|---|
| Menuju 2030, Pemkab Ende Targetkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak 100 Persen |
|
|---|
| Inovasi Sanitasi Ende, WVI Luncurkan Proyek SMART WASH Kerjasama dengan Pemda |
|
|---|
| Pelatih PSN Ngada Menangis Peluk Mantan Anak Asuh Usai Menang pada Semifinal ETMC XXXIV Ende |
|
|---|