Flores Bicara
Kader Posyandu, TPK dan KPM di Ende Butuh Pelatihan Tambahan Hadapi Transformasi Digital
Ia menambahkan bahwa desa sebenarnya memiliki ruang anggaran untuk memperkuat kemampuan
Penulis: Cristin Adal | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Dr-HENI.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Transformasi digital dalam pendataan stunting di Kabupaten Ende masih menghadapi hambatan.
Banyak kader lapangan kesulitan mengoperasikan aplikasi seperti EPPGBM dan Elsimil, yang menjadi dasar intervensi penanganan stunting.
“Mereka beragam dari segi kemampuan. Masih banyak yang kesulitan mengoperasikan aplikasi, padahal semua data harus diinput dengan benar. Karena itu pelatihan rutin terus dilakukan setiap tahun, baik oleh pusat, provinsi, maupun kabupaten,” kata Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga Dinas PPKB Kabupaten Ende, dr. Heni Ratnawati, dalam program talkshow Flores Bicara Tribun Flores, Kamis (4/12/2020).
Ia menambahkan bahwa desa sebenarnya memiliki ruang anggaran untuk memperkuat kemampuan kader melalui Dana Desa, sesuai regulasi Permendesa.
Baca juga: Kader Posyandu, TPK dan KPM Jadi Garda Terdepan Turunkan Stunting di Ende
Masalah kapasitas ini dinilai penting karena ketidakakuratan input data dapat membuat intervensi salah sasaran.
Sebelumnya, dalam talkshow Flores Bicara dengan tema "Peran Tenaga Lini Lapangan dalam Percepatan Penurunan Stunting di Desa", Kamis (4/12/2025) mengatakan, upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Ende tidak hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan, tetapi juga pada peran besar tiga tenaga lini lapangan: Kader Posyandu, Tim Pendamping Keluarga (TPK), dan Kader Pembangunan Manusia (KPM). Ketiganya disebut sebagai ujung tombak yang bekerja langsung bersama masyarakat desa.
“Mereka ini aktor utama di desa. Garda terdepan. Semua kegiatan percepatan penurunan stunting dilakukan paling awal oleh tenaga lini lapangan, karena merekalah yang setiap hari berada bersama masyarakat, memantau, mendata, dan melakukan edukasi,” ujar dr. Heni.
Tiga Peran Kunci: Posyandu, TPK dan KPM
Dr. Heni menjelaskan bahwa ketiga tenaga ini memiliki fungsi berbeda tetapi saling melengkapi.
Kader Posyandu
Berperan dalam pengukuran dan penimbangan balita, edukasi kesehatan, hingga pemberian suplementasi. “Hasil kerja mereka menjadi dasar data di aplikasi EPPGBM. Tanpa data akurat, intervensi bisa salah sasaran,” jelasnya.
Tim Pendamping Keluarga (TPK)
| Kader Posyandu, TPK dan KPM Jadi Garda Terdepan Turunkan Stunting di Ende |
|
|---|
| Bupati Ende: Masih Ada Warga Kota Ende yang Tinggal di Rumah Tidak Layak Huni |
|
|---|
| Menuju 2030, Pemkab Ende Targetkan Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak 100 Persen |
|
|---|
| Inovasi Sanitasi Ende, WVI Luncurkan Proyek SMART WASH Kerjasama dengan Pemda |
|
|---|
| Pelatih PSN Ngada Menangis Peluk Mantan Anak Asuh Usai Menang pada Semifinal ETMC XXXIV Ende |
|
|---|