Longsor di Ende
Longsor di KM 11 Jalan Ende-Maumere, Badan Jalan Nyaris Ambruk
Informasi awal mengenai kejadian ini dibagikan oleh pengguna Facebook dengan akun @Hallo NTT
Penulis: Cristin Adal | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Longsor-di-Ende-FB.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, ENDE - Longsor terjadi di Kilometer (KM) 11 jalur Trans Flores Ende-Maumere, Sabtu (13/12/2025). Sebagian Sebagian badan jalan nyaris ambruk.
Peristiwa ini terjadi saat hujan turun dengan intensitas ringan hingga sedang di wilayah tersebut. Pengendara diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama kendaraan roda empat dan roda empat.
Informasi awal mengenai kejadian ini dibagikan oleh pengguna Facebook dengan akun @Hallo NTT melalui sebuah foto.
Sehari sebelumnya, BMKG melalui akun Instagram infobmkgeltari mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur periode 13–15 Desember 2025.
Baca juga: BPOM Ende Libatkan Kampus Garda Terdepan Pengawasan Obat dan Makanan
Sementara itu, BMKG melalui akun Instagram infobmkgeltari sebelumnya telah menyampaikan peringatan dini cuaca di wilayah Nusa Tenggara Timur untuk periode 13–15 Desember 2025.
Dalam unggahan tersebut, BMKG menyampaikan, pada 13 Desember 2025 terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di wilayah Flores Timur, Sikka, Ende, Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, serta Pulau Sumba.
Pada 14 Desember 2025, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat diperkirakan terjadi di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ngada, Ende, dan Pulau Sumba.
Sementara itu, pada 15 Desember 2025, BMKG memprakirakan potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang berdurasi singkat di Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan (TTS), dan Sumba Timur.
BMKG juga menegaskan bahwa untuk periode 13–15 Desember 2025, potensi angin kencang secara umum masih nihil.
BMKG menjelaskan, hujan tersebut dipicu oleh aktifnya gelombang ekuatorial Rossby dan gelombang atmosfer Low di wilayah NTT. Namun, bibit Siklon Tropis 93S dilaporkan telah bergerak menjauh dari wilayah NTT.
Dalam peringatan tersebut, BMKG mengingatkan bahwa hujan lebat yang disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Masyarakat diimbau tetap waspada dan terus memantau informasi cuaca terbaru melalui aplikasi INFO BMKG.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| BPBD Ngada Petakan Titik Merah Longsor, Warga Diminta Siaga Cuaca Ekstrem |
|
|---|
| Pemda Flores Timur Siapkan Rp 6,6 Miliar untuk Cegah Banjir dan Longsor di Huntara Lewotobi |
|
|---|
| Akses Jalan di Lepkes Ende Tertutup Material Longsor, Akses Warga Terhambat |
|
|---|
| UPTD SPAM Manggarai Perbaiki Pipa Putus Akibat Longsor di Wae Roda dan Wae Mas |
|
|---|
| Ketika Anak-Anak Dile Mencari Rejeki di Lokasi Proyek Longsor di Ende |
|
|---|