Berita Ende
Anggota DPRD Ende Beda Pandangan soal Ricuh Rapat Paripurna
Kericuhan yang terjadi dalam rapat paripurna interpelasi APBD Tahun Anggaran 2025 di DPRD Kabupaten Ende, Rabu (17/12/2025), memunculkan
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/rapat-dprd-ende-kaco-balo.jpg)
Ia mengaku kaget setelah mengetahui lemparannya mengenai lambang negara tersebut dan langsung menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan DPRD usai kejadian.
Mahmud juga menegaskan bahwa jika pimpinan sidang bersikap tegas sejak awal, situasi rapat tidak akan berujung ricuh.
“Kalau pimpinan bisa kendalikan sidang, pertanyaan DPRD dan jawaban bupati bisa berjalan normal,” tandasnya.
Selain meminta maaf kepada pimpinan DPRD, Mahmud Djega juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ende serta seluruh masyarakat Kabupaten Ende atas insiden tersebut.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ende, Mikel Badeoda, membenarkan hal itu. Ia menyatakan bahwa Mahmud Djega telah dipanggil dan menjelaskan kronologi kejadian.
“Beliau kesal karena pimpinan rapat tidak bisa mengendalikan lalu lintas persidangan. Dalam kondisi emosional, beliau spontan melempar papan nama dengan tujuan ke pimpinan, bukan ke burung Garuda,” jelas Mikel.
Atas kejadian tersebut, Mikel Badeoda mewakili Partai Demokrat dan Mahmud Djega menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ende. (Bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Film Dokumenter Nanang: Pentingnya Pengetahuan Menganyam Dalam Masyarakat Etnis Edang |
|
|---|
| BMKG Dorong Penguatan Informasi Terpadu untuk Mitigasi Bencana Hidrometeorologi |
|
|---|
| Bupati Ende Bilang Mekanisme Paripurna Interpelasi Keliru, Ada Niat Tidak Baik |
|
|---|
| Lempar Papan Nama Kena Burung Garuda, Begini Penjelasan Anggota DPRD Ende |
|
|---|