Rabu, 27 Mei 2026

Berita Ende

Anggota DPRD Ende Beda Pandangan soal Ricuh Rapat Paripurna

Kericuhan yang terjadi dalam rapat paripurna interpelasi APBD Tahun Anggaran 2025 di DPRD Kabupaten Ende, Rabu (17/12/2025), memunculkan

Tayang:
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Anggota DPRD Ende Beda Pandangan soal Ricuh Rapat Paripurna
Tribunnews.com/Albert Aquinaldo
RICUH - Rapat paripurna antara DPRD dan Bupati Ende dengan agenda interpelasi penyusunan APBD tahun 2025, Rabu (17/12/2025) di Kantor DPRD Kabupaten Ende berakhir ricuh. 

Ia mengaku kaget setelah mengetahui lemparannya mengenai lambang negara tersebut dan langsung menyampaikan permohonan maaf kepada pimpinan DPRD usai kejadian.

Mahmud juga menegaskan bahwa jika pimpinan sidang bersikap tegas sejak awal, situasi rapat tidak akan berujung ricuh.

“Kalau pimpinan bisa kendalikan sidang, pertanyaan DPRD dan jawaban bupati bisa berjalan normal,” tandasnya.

Selain meminta maaf kepada pimpinan DPRD, Mahmud Djega juga menyampaikan permohonan maaf kepada Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ende serta seluruh masyarakat Kabupaten Ende atas insiden tersebut.

Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Ende, Mikel Badeoda, membenarkan hal itu. Ia menyatakan bahwa Mahmud Djega telah dipanggil dan menjelaskan kronologi kejadian.

“Beliau kesal karena pimpinan rapat tidak bisa mengendalikan lalu lintas persidangan. Dalam kondisi emosional, beliau spontan melempar papan nama dengan tujuan ke pimpinan, bukan ke burung Garuda,” jelas Mikel.

Atas kejadian tersebut, Mikel Badeoda mewakili Partai Demokrat dan Mahmud Djega menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Kabupaten Ende. (Bet)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved