Koperasi Merah Putih di Ende
Polemik Lahan SDN Wolomoni Ende, Pembangunan KDMP Resmi Dibatalkan
Namun, menurutnya, pemerintah desa harus segera mencari lokasi alternatif agar program nasional tersebut tetap dapat direalisasikan.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Musyawarah-Desa-membahas-kelanjutan-pembangunan-gedung-KDMP-yang-digelar-di-Kantor-Desa.jpg)
Para tokoh adat yang hadir menyatakan masih perlu melakukan pembahasan internal sebelum memutuskan kemungkinan hibah lahan kepada pemerintah desa.
Mosalaki Pu’u Wolomoni, Gregorius Masa, mengatakan bahwa persoalan tersebut akan dibicarakan kembali bersama para pemangku adat karena ketersediaan tanah di wilayah desa sudah sangat terbatas.
“Kami akan membicarakan kembali sebelum memutuskan hal ini karena tanah di desa ini sudah terbagi semua,” katanya.
Sementara itu, Kepala Desa Niowula, Vinsensius Papa, memastikan pemerintah desa akan segera melakukan pendekatan dan komunikasi intensif dengan para mosalaki guna mencari solusi terbaik.
“Hari Sabtu nanti kami akan bertemu para mosalaki untuk membicarakan hal ini,” ujarnya.
Ia berharap seluruh masyarakat Desa Niowula dapat memberikan dukungan terhadap program KDMP yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa melalui penguatan ekonomi kerakyatan.
Dalam kesempatan yang sama, para kepala dinas yang hadir menekankan bahwa seluruh program pembangunan di desa pada dasarnya bertujuan untuk kepentingan masyarakat.
Oleh karena itu, setiap kebijakan dan rencana pembangunan perlu dibicarakan secara terbuka serta melibatkan seluruh elemen masyarakat agar tidak menimbulkan konflik di kemudian hari.
“Pembangunan di desa itu untuk kepentingan masyarakat, maka harus dibicarakan dengan baik. KDMP juga untuk masyarakat, pendidikan juga untuk masyarakat,” tegas salah satu perwakilan pemerintah daerah dalam forum tersebut.
Dengan dibatalkannya pembangunan di lahan sekolah, Pemerintah Desa Niowula kini dihadapkan pada tugas mencari lokasi pengganti yang dapat diterima semua pihak.
Keputusan tersebut menjadi jalan tengah yang diharapkan dapat menjaga kepentingan pendidikan sekaligus memastikan program Koperasi Desa Merah Putih tetap dapat diwujudkan demi kemajuan masyarakat Desa Niowula. (Bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News