Hari Kesehatan Mental Sedunia
Tema dan Pesan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2025
Bencana alam, konflik, dan darurat kesehatan masyarakat dapat menyebabkan tekanan emosional dan mengalami kondisi kesehatan mental.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Hari-Kesehatan-Mental-Sedunia-2025.jpg)
Pada Hari Kesehatan Mental Sedunia ini, mari kita tingkatkan upaya kita untuk menciptakan dunia di mana kesehatan mental dihargai, dilindungi, dan dapat diakses oleh semua orang, terutama di tengah kesulitan dan tantangan.
Dukungan Kesehatan Mental dan Psikososial Sangat Penting
Selama krisis, hampir setiap orang mengalami tekanan emosional dan gangguan sosial. Rumah-rumah hilang, keluarga terpisah, dan komunitas terpecah. Meskipun satu dari lima orang mungkin mengalami kondisi kesehatan mental, hampir semua orang yang terdampak merasakan tekanan emosional dan terganggunya ikatan sosial di komunitas mereka.
Dampak ini sering tetap ada jauh setelah keselamatan fisik pulih, menghambat pemulihan dan ketahanan. Orang dengan kondisi kesehatan mental yang signifikan tidak boleh ditinggalkan tanpa perawatan dan dukungan. Kelangsungan perawatan menjadi prioritas selama dan setelah setiap keadaan darurat.
Migran dan Pengungsi Menghadapi Risiko Kesehatan Mental Sepanjang Perjalanan Mereka
Migran dan pengungsi menghadapi berbagai tekanan sepanjang perjalanan mereka – mulai dari konflik dan pengungsian, perjalanan berbahaya, hingga tantangan integrasi di negara tujuan. Pada akhir 2024, lebih dari 123 juta orang terpaksa mengungsi di seluruh dunia.
Mengejutkan, 71?ri mereka berada di negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana sistem pelayanan kesehatan sudah dalam tekanan. Di lingkungan seperti ini, akses terhadap layanan kesehatan mental sangat terbatas.
Kesehatan Mental dalam Situasi Darurat
Konflik, bencana, dan darurat kesehatan berdampak besar pada kesehatan mental
Diperkirakan sekitar 1 dari 5 orang di wilayah terdampak konflik mengalami kondisi kesehatan mental. Mengalami rasa takut, cemas, atau sedih dalam situasi seperti ini adalah reaksi normal terhadap peristiwa yang sangat menegangkan.
Kesehatan mental penting untuk membangun kembali kehidupan
Selain kebutuhan dasar seperti pangan, air, dan obat-obatan, para penyintas juga memerlukan dukungan kesehatan mental dan psikososial untuk menghadapi, pulih, dan membangun kembali kehidupan mereka.
Mengintegrasikan kesehatan mental memperkuat respons darurat
Menjadikan dukungan kesehatan mental dan psikososial sebagai bagian inti dari respons darurat tidak hanya menyelamatkan nyawa tetapi juga memperkuat komunitas dan sistem kesehatan untuk masa depan.
Investasi pada kesehatan mental adalah investasi pada pemulihan