Unika Santu Paulus Ruteng
Pembukaan ICEHHA V 2025, Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Tegaskan Pentingnya Knowledge in Action
Dalam pidato pembukaannya, Rektor menekankan bahwa tema ICEHHA V “Knowledge in Action: Empoweroring Education, Humanities,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Manfred-Habur.jpg)
Ringkasan Berita:
- Rektor Unika Santu Paulus Ruteng, Dr. Agustinus Manfred Habur, resmi membuka The 5th International Conference on Education, Humanities, Health, Agriculture, and Engineering (ICEHHA V).
- Konferensi bukan sekadar ruang akademik, tetapi panggilan moral untuk menjadikan ilmu pengetahuan sebagai aksi nyata demi keberlanjutan hidup manusia.
- Tema “Knowledge in Action” menekankan bahwa pengetahuan harus diwujudkan dalam kebijakan, teknologi, program komunitas, dan keterlibatan transformatif.
TRIBUNFLORES.COM. Ruteng, Rektor Universitas Katolik Indonesia (Unika) Santu Paulus Ruteng, Agustinus Manfred Habur membuka secara resmi The 5th International Conference on Education, Humanities, Health, Agriculture, and Engineering (ICEHHA V) melalui platform Zoom (11/12/2025).
Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa konferensi internasional ini bukan hanya ruang akademik, tetapi juga panggilan moral untuk menggerakkan ilmu pengetahuan agar berdampak nyata bagi keberlanjutan hidup manusia.
Pengetahuan Harus Menjadi Aksi Nyata
Dalam pidato pembukaannya, Rektor menekankan bahwa tema ICEHHA V “Knowledge in Action: Empoweroring Education, Humanities, Health, Agriculture, and Engineering for Sustainable Societies” menggambarkan urgensi zaman.
Ia menegaskan bahwa ilmu pengetahuan tidak boleh berhenti sebagai konsep abstrak.
“Pengetahuan tidak boleh tinggal sebagai ide yang terkurung di ruang kelas atau laboratorium. Pengetahuan harus bergerak menjadi aksi—kebijakan, teknologi, program komunitas, dan keterlibatan transformatif yang mengangkat martabat manusia,” tegasnya.
Baca juga: Aliansi Rakyat Menggugat Soroti Pelanggaran HAM di NTT, Termasuk Penolakan Geothermal
Rektor menyoroti tantangan global yang semakin kompleks: krisis ekologis, disrupsi teknologi, dan ketimpangan sosial.
Menurutnya, seluruh bidang ilmu yang berada dalam lingkup ICEHHA memiliki kontribusi fundamental untuk menjawab tantangan tersebut.
Peran Strategis Lima Bidang Utama
Dalam sambutannya juga, Rektor menyebutkan secara eksplisit kontribusi masing-masing disiplin:
1. Pendidikan membentuk pemikir kritis dan pemimpin etis.
2. Humaniora menjaga nilai, makna, dan kebudayaan manusia.
3. Kesehatan melindungi kesejahteraan masyarakat.
4. Pertanian menjamin ketahanan pangan dan keseimbangan ekologis.
Teknik dan Teknologi menghadirkan solusi dan inovasi keberlanjutan.
Kelima bidang tersebut, menurutnya, hanya akan menghasilkan dampak besar bila dikolaborasikan secara lintas disiplin.
ICEHHA V sebagai Ruang Pertemuan Ilmu dan Aksi
Rektor Habur menegaskan bahwa ICEHHA V menjadi wadah strategis yang mempertemukan beragam bidang ilmu dari berbagai negara sebuah tempat lahirnya inovasi dan jejaring kolaboratif.
“ICEHHA V menyediakan ruang berharga ketika berbagai disiplin bertemu. Di sinilah ide-ide lintas bidang saling memantik dan memperkaya. Saya mengajak semua peserta untuk berbagi dengan tulus, mendengar dengan saksama, dan membangun jaringan yang bertahan jauh melampaui konferensi ini,” tuturnya.