Kamis, 11 Juni 2026

Kampung Adat Todo Manggarai

Kunjungan Wisatawan ke Kampung Adat Todo Manggarai NTT Meningkat Sepanjang 2025

Pemandu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Adat Todo, Sandri, mengatakan bahwa lonjakan kunjungan terjadi hampir sepanjang tahun

Tayang:
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Kunjungan Wisatawan ke Kampung Adat Todo Manggarai NTT Meningkat Sepanjang 2025
TRIBUNFLORES.COM/CHARLES ABAR
KUNJUNGAN-Wisatawan asal Ende, saat mengunjungi Kampung Adat Todo, Kamis 1 Januari 2026. 

Ringkasan Berita:
  • Pemandu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Adat Todo, Sandri, mengatakan bahwa lonjakan kunjungan terjadi hampir sepanjang tahun
 

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG – Kunjungan wisatawan ke Kampung Adat Todo, Kecamatan Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), sepanjang tahun 2025 mengalami peningkatan. Peningkatan ini didominasi oleh wisatawan lokal yang tertarik menikmati wisata budaya andalan Kabupaten Manggarai tersebut.

Pemandu Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kampung Adat Todo, Sandri, mengatakan bahwa lonjakan kunjungan terjadi hampir sepanjang tahun, meskipun tidak dapat diprediksi secara pasti setiap bulannya.

“Data kunjungan wisatawan memang mengalami peningkatan, terutama dari warga lokal yang ingin melihat langsung budaya dan sejarah Kampung Adat Todo,” ujar Sandri, Kamis (1/1/2026).

Ia menjelaskan, Kampung Adat Todo memiliki nilai sejarah tinggi karena dulunya berfungsi sebagai pusat pemerintahan atau istana raja Manggarai. Di kawasan tersebut terdapat delapan rumah adat kecil dan satu Utama yang dahulu ditempati oleh perangkat pemerintahan lokal dengan fungsi dan tugas masing-masing.

 

Baca juga: Destinasi Wisata Kampung Adat Todo di Manggarai, Cek Tiket dan Rute Perjalanan

 

 

 

 

 

 

“Rumah-rumah adat ini diwariskan secara turun-temurun kepada keturunan masing-masing hingga sekarang,” jelasnya.

Sandri juga mengungkapkan keunikan perawatan rumah adat Todo yang masih mempertahankan cara tradisional. Atap rumah adat dirawat dengan cara diasapi karena dapur berada di dalam rumah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved