Rabu, 10 Juni 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

Mahasiswa Unika Ruteng: Perawatan Luka Bersih Efektif Percepat Penyembuhan Pasien Diabetes

Salah satu komplikasi yang paling sering ditemukan adalah luka diabetik atau ulkus diabetik, terutama pada bagian

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Mahasiswa Unika Ruteng: Perawatan Luka Bersih Efektif Percepat Penyembuhan Pasien Diabetes
TRIBUNFLORES.COM / HO-MEYFIRA
Mahasiswi Unika Santu Paulus Ruteng, Meyfira Theshalonika Riwu 

Ringkasan Berita:
  • Perawatan luka bersih terbukti membantu mempercepat penyembuhan luka diabetik dan mendukung pembentukan jaringan baru pada pasien diabetes melitus.
  • Teknik ini efektif menurunkan risiko infeksi serta meningkatkan angka kesembuhan luka kaki diabetik hingga 60–80 persen jika dilakukan sesuai standar.
  • Perawatan luka yang tepat, disertai kontrol gula darah dan edukasi pasien, dapat membantu mencegah komplikasi serius hingga risiko amputasi.
 
 

Oleh: Mahasiswi Unika Santu Paulus Ruteng, Meyfira Theshalonika Riwu

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Diabetes melitus merupakan salah satu penyakit kronis yang terus mengalami peningkatan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Penyakit ini tidak hanya berdampak pada gangguan metabolisme gula darah, tetapi juga dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius yang memengaruhi kualitas hidup penderitanya. 

Salah satu komplikasi yang paling sering ditemukan adalah luka diabetik atau ulkus diabetik, terutama pada bagian ekstremitas bawah seperti kaki. Kondisi ini menjadi perhatian serius karena berpotensi menyebabkan infeksi berat, kecacatan, hingga amputasi apabila tidak ditangani secara tepat.

Menurut Smeltzer dan Bare dalam Brunner & Suddarth's Textbook of Medical-Surgical Nursing, tingginya kadar gula darah dalam waktu lama dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah dan saraf perifer. Akibatnya, aliran darah ke jaringan tubuh menjadi terganggu sehingga proses penyembuhan luka berlangsung lebih lambat dibandingkan pada individu yang tidak menderita diabetes. 

Selain itu, penurunan sensitivitas saraf membuat pasien sering tidak menyadari adanya luka kecil yang kemudian berkembang menjadi ulkus serius.

 

Baca juga: Mahasiswa Unika Ruteng: Obesitas Jadi Tantangan Kesehatan Serius yang Perlu Perhatian Bersama

 

 

Dalam praktik keperawatan, salah satu tindakan yang memiliki peran penting dalam mempercepat penyembuhan luka diabetik adalah teknik perawatan luka bersih. Teknik ini merupakan tindakan keperawatan dasar yang bertujuan menjaga kebersihan luka, mencegah kontaminasi mikroorganisme, mengurangi risiko infeksi, serta menciptakan lingkungan yang mendukung proses regenerasi jaringan. 

Perawatan luka bersih dilakukan melalui prosedur yang sistematis, mulai dari mencuci tangan, penggunaan alat steril atau bersih, pembersihan luka dengan larutan yang sesuai, hingga penggantian balutan secara teratur.

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa penerapan teknik perawatan luka bersih secara konsisten memberikan dampak positif terhadap proses penyembuhan luka pada pasien diabetes melitus. Salah satu manfaat yang paling terlihat adalah percepatan pembentukan jaringan granulasi dan epitelisasi. 

Jaringan granulasi merupakan jaringan baru yang terbentuk selama proses penyembuhan dan menjadi indikator bahwa luka mengalami perbaikan. Pasien yang mendapatkan perawatan luka sesuai standar umumnya mengalami penyusutan ukuran luka lebih cepat dibandingkan pasien yang menerima perawatan tidak teratur atau tidak sesuai prosedur.

Selain mempercepat penyembuhan, teknik perawatan luka bersih juga terbukti mampu menurunkan risiko infeksi. Luka diabetik sangat rentan terhadap infeksi karena adanya gangguan sirkulasi darah dan penurunan sistem imun tubuh. Potter dan Perry dalam buku Fundamentals of Nursing menjelaskan bahwa kebersihan luka merupakan faktor utama dalam mencegah kolonisasi bakteri yang dapat memperparah kondisi luka. 

Dengan pembersihan yang tepat dan penggantian balutan secara berkala, jumlah bakteri pada area luka dapat ditekan sehingga risiko infeksi sekunder menjadi lebih rendah.

Efektivitas teknik perawatan luka bersih juga terlihat dari meningkatnya angka kesembuhan pasien. Beberapa penelitian mengenai perawatan luka modern melaporkan bahwa penerapan prinsip luka bersih dapat meningkatkan tingkat penyembuhan luka kaki diabetik hingga mencapai 60–80 persen. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved