Unika Santu Paulus Ruteng
Mahasiswa Unika Ruteng : Bahasa Asap Rokok Bagi Masa Depan Anak
bila merujuk pada data Badan Pusat Statistik (BPS), hingga akhir 2025, prevalensi penduduk usia 18 tahun ke bawah yang merokok tembakau
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Robertus-Engel-Dino-Mahasiswa-Unika-Ruteng-Manggarai.jpg)
Sebab yang sesungguhnya terjadi adalah sebaliknya: semakin dini seseorang mulai merokok, semakin sulit ia berhenti, dan semakin besar harga yang harus dibayar oleh tubuh, produktivitas, serta kualitas hidupnya di masa mendatang.
Melindungi anak dari rokok bukan urusan moral semata. Ini adalah investasi nyata bagi generasi yang akan mewarisi dan menjalankan bangsa ini. Dari permasalahan ini, orang tua, sebagai role mode bagi anak-anak mesti sanggup memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait bahaya merokok.
Pendampingan orang tua dapat dimulai dengan menanamkan rasa takut akan zat-zat berbahaya yang terkandung dalam rokok. Atau, orang tua juga dapat bekerja sama dengan pihak sekolah, agar lewat peran para pendidik, edukasi dan sosialisasi perihal bahaya merokok dapat berjalan maksimal dan efektif.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News