Kisah Pedagang Pasar di Ngada
Pasar Sunyi, Utang Mencekik : Potret Pilu Pedagang Pasar Bobou Bajawa Ngada
Sesekali, ia mengatur dagangannya agar tampak lebih menarik, meski tahu tak banyak yang datang untuk membeli barang dagangannya.
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pedagang-Pasar-Bobou-Bajawa-Ngada.jpg)
Kini, para pedagang hanya bisa berharap semoga pemerintah kembali turun tangan. Bukan sekadar membangun, tapi menata, mengatur, dan berpihak.
“Pasar ini tidak akan hidup kalau pemerintah tidak tegas,” ujar Vero lagi.
Di balik lapak-lapak sepi itu, ada ibu yang ingin anaknya tetap sekolah, ada bapak yang ingin lunas dari bank dan ada harapan kecil bahwa esok lebih baik.
Pasar Bobou bukan sekadar bangunan, ia adalah mimpi ratusan pedagang kecil yang kini digantung oleh janji-janji pembangunan yang belum sepenuhnya ditepati.
Pasar boleh sunyi tapi suara mereka masih ada. Dan itu tidak boleh diabaikan.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News