Berita Ngada
Kampus Bambu Turetogo, Ruang Belajar Lingkungan dan Kewirausahaan di Ngada
Leonardo mengaku telah lama mengenal Kampus Bambu Turetogo melalui media sosial. Popularitas tempat ini semakin
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Mahasiswa-Prodi-Kewirausahaan-IFTK-Ledalero.jpg)
Oleh: Mahasiswa Magang Kampus Bambu dari Prodi Kewirausahaan IFTK Ledalero Angkatan Pertama
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Kampus Bambu Turetogo yang terletak di Turetogo, Desa Ratogesa, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, terus menarik perhatian masyarakat sebagai ruang belajar berbasis lingkungan, budaya dan kewirausahaan.
Salah satu pengunjung, Leonardo Rato (27), warga Bajawa, mengungkapkan ketertarikannya saat berkunjung ke Kampus Bambu Turetogo pada 8 Agustus 2025, bertepatan dengan kegiatan Pasar Napu Bheto, sekitar pukul 11.00 WITA.
Leonardo mengaku telah lama mengenal Kampus Bambu Turetogo melalui media sosial. Popularitas tempat ini semakin meningkat sejak adanya kunjungan Presiden Joko Widodo beberapa tahun lalu. Namun, karena keterbatasan waktu, ia baru berkesempatan mengunjungi lokasi tersebut.
“Saya penasaran, karena selama ini bambu hanya kita manfaatkan secara konvensional. Dari foto-foto yang saya lihat, bambu ternyata bisa dijadikan bangunan yang ikonik,” ujarnya.
Baca juga: Kampus Bambu Turetogo Ngada, Satu-satunya Ekowisata Bambu di NTT
Kesan mendalam pun dirasakan Leonardo saat pertama kali tiba di lokasi. Menurutnya, Kampus Bambu Turetogo tidak hanya menawarkan spot foto, tetapi juga pengalaman edukatif yang berkesan.
“Kita disambut hamparan rumpun bambu dari ujung jalan sampai bangunan. Udara terasa sejuk dan tenang. Kami juga dipandu dengan sangat baik oleh staf di sini sehingga bisa memahami nilai filosofis, budaya, dan lingkungan dari bambu,” jelasnya.
Leonardo menilai keberadaan Kampus Bambu Turetogo masih sangat relevan di tengah era digital. Ia menyebutkan bahwa pengalaman belajar langsung di lapangan tidak dapat sepenuhnya digantikan oleh informasi yang diperoleh melalui media sosial.
“Hal yang kita lihat di media digital akan jauh lebih bermakna ketika kita datang langsung dan terlibat dalam kegiatan di sini,” tambahnya.
Ia pun berharap Kampus Bambu Turetogo terus berkembang dan memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
Ruang Belajar Berbasis Lingkungan dan Budaya
Sementara itu, Koordinator Kampus Bambu Turetogo, Maria Goreti Watu, S.Pd, menjelaskan latar belakang berdirinya Kampus Bambu Turetogo saat diwawancarai pada Senin, 1 September 2025.
Kampus Bambu Turetogo
Ngada
IFTK Ledalero
Mahasiswa Prodi Kewirausahaan IFTK Ledalero
TribunFlores.com
| Hadiri Perayaan 150 Tahun SVD di Ledalero, Bupati Sikka Ajak Seluruh Masyarakat Perkuat Sinergi |
|
|---|
| Uskup Agung Ende Tahbis 14 Frater SVD Jadi Diakon di Seminari Tinggi Ledalero Maumere |
|
|---|
| Mahasiswa Unipa Maumere dan IFTK Ledalero Harap Beasiswa KIP Kuliah Aspirasi Berlanjut |
|
|---|
| Frater Seminari Tinggi Ledalero Sambangi Rutan Maumere, Berbagi Harapan dan Spiritualitas |
|
|---|