Festival Wolobobo Ngada 2024
Kampus Bambu Turetogo Ngada, Satu-satunya Ekowisata Bambu di NTT
Kampus Bambu Turetogo di Kabupaten Ngada satu-satunya destinasi ekowisata bambu di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Suasana-Pasar-Bambu-di-Kampus-Bambu-Turetogo-Desa-Dadawea-Kecamatan-Golewa.jpg)
TRIBUNFLORES. COM, BAJAWA- Kampus Bambu Turetogo di Kabupaten Ngada satu-satunya destinasi ekowisata bambu di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur.
Kampus Bambu Turetogo juga dioptimalkan menjadi destinasi wisata baru di Kabupaten Ngada. Menawarkan sensasi ekowisata sekaligus melihat khazanah bambu dalam budaya masyarakat Ngada.
Di tempat ini bambu tak sekadar warisan budaya dan produk hasil hutan. Manfaat bambu tak lagi terbatas sebagai "barang yang terbuang menjadi uang".
Perubahan ini terjadi setelah sentuhan Yayasan Bambu Lingkungan Lestari membangun sekolah lapang bambu pertama di Indonesia yang berlokasi di daerah Turetogo.
Baca juga: Pengunjung Incar Souvenir Bambu di Pasar Napu Bheto saat Festival Wolobobo Ngada 2024
Pasar Bambu
Seperti halnya dalam Festival Wolobobo Ngada 2024, bambu satu dari tiga tema utama di antara tema kopi dan tenun. Pasar Napu Betho yang ada di Kampus Turetogo, Desa Dadawea ini menjadi destinasi wisata yang beda dari pasar lainnya.
Di pasar ini pembeli menggunakan koin bambu sebagai alat tukar untuk membeli kuliner atau produk UMKM lainnya. Sebelumnya pembeli atau wisatawan terlebih dahulu menukar uang dengan koin bambu, satu koin Rp 2 ribu.
Aktivitas jual beli di pasar ini terpantau pada Sabtu pagi, 27 Juli 2024. Pasar yang berada dalam hutan bambu ini tampak ramai dengan wisatawan lokal maupun mancanegara. Mereka tampak sibuk menukar koin dengan kuliner. Sebagian besar dari pangan lokal dan lainnya sovenir dari bambu.
Beberapa pengunjung tampak meringkuk menahan dingin sambil menikmati hiburan musik dan atraksi tarian. Sementara itu pengunjung yang lainnya memotret panorama dan suasana di Pasar Napu Betho.
Warisan Budaya Masyarakat Ngada
Selain aktivitas jual beli, YBL memfasilitasi talkshow yang bertajuk "Bambu Sebagai Warisan Budaya Masyarakat Ngada”. Kegiatan ini berlangsung di Pasar Napu Behto, Kampus Bambu Turetogo, Kecamatan Golewa, Sabtu, 28 Juli 2024 pagi.
Talkshow ini menghadirkan narsumber dari tokoh adat, anak muda, pemerintah Kecamatan Golewa, dan Pemda Ngada. Tujuannya untuk mengedukasi generasi muda di antaranya para siswa dan mahasiswa yang hadir saat itu.
Marsel Selu Ketua Adat Wogo dalam talkshow itu mengatakan, bambu menjadi bagian dalam kehidupan masyarakat Ngada khususnya Golewa. Material utama untuk membuat rumah adat maupun tempat tinggal sejak dulu.
"Bambu ini dari dulu digunakan untuk bangun rumah tinggal maupun untuk rumah adat sejak nenek moyang," kata Marsel Selu.
| Pengunjung Incar Souvenir Bambu di Pasar Napu Bheto saat Festival Wolobobo Ngada 2024 |
|
|---|
| Dukung Festival Wolobobo Ngada 2024, Telkomsel Tambah Kapasitas Jaringan di Spot Wisata |
|
|---|
| Warga Apresiasi Telkomsel Hadirkan Jaringan Super Cepat saat Festival Wolobobo Ngada 2024 |
|
|---|
| Workshop Kopi Festival Wolobobo Ngada 2024, Bupati Andreas Paru Larang Jual Kopi Sebelum Diolah |
|
|---|