Berita Ngada
Kasus Kematian Pasien Jadi Sorotan, DPRD Ngada Panggil Manajemen RSUD Bajawa
Petugas IGD sempat melakukan pemeriksaan awal dan pemasangan infus sebelum menyarankan pasien untuk menjalani rawat inap.
Penulis: Charles Abar | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pasien-di-Ngada-Mati.jpg)
“Jangan panik karena bengkak di amandel pecah, tidak apa-apa Ibu, tenang,” ungkap perawat tersebut sebagaimana ditirukan istri korban.
Namun kondisi almarhum semakin memburuk. Ia mengalami sesak napas dan disebut tidak segera mendapatkan penanganan oksigen. Pada 2 Maret 2026 sekitar pukul 16.20 Wita, korban dinyatakan meninggal dunia dengan diagnosis gagal napas.
Keluarga Kecewa
Atas rangkaian peristiwa tersebut, keluarga menyatakan kekecewaan mendalam terhadap pelayanan yang diterima.
“Saya selaku istri dan keluarga besar sangat-sangat kecewa dengan pelayanan yang diberikan oleh dua petugas yang bertugas malam pada 28 Februari dan 1 Maret 2026. Mereka bahkan membiarkan suami saya mengeluarkan darah tanpa pengawasan petugas, padahal sebelumnya saat mengeluarkan lendir bernanah langsung dilakukan pengisapan,” tulis istri korban.
Ia menilai telah terjadi kelalaian karena berulang kali meminta bantuan, namun tidak mendapat respons cepat. Ia pun memohon Pemerintah Kabupaten Ngada melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelayanan di RSUD Bajawa agar kejadian serupa tidak terulang.
DPRD Panggil Kepala Dinas dan Manajemen
Menanggapi persoalan tersebut, Anggota Komisi III DPRD Ngada memanggil manajemen RSUD Bajawa untuk dimintai klarifikasi dalam rapat dengar pendapat.
Pantauan di Ruang Rapat Komisi III DPRD Ngada, rapat dipimpin langsung Ketua Komisi III Fridus Muga. Turut hadir Wakil Ketua DPRD Ngada Rudi Wogo dan Jois Jawa bersama sejumlah anggota DPRD lainnya.
Dari pihak pemerintah daerah, hadir Asisten I Setda Ngada Alfian, Kepala Dinas Kesehatan Aty Due, serta Direktur RSUD Bajawa Rony Due.
Hingga berita ini diturunkan, rapat dengar pendapat masih berlangsung dengan sejumlah pertanyaan tajam yang dilontarkan anggota dewan kepada manajemen rumah sakit. (Cha)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Pemkab Ngada Serahkan Irigasi OPLAH di Pape, 40 Hektare Sawah Kini Terlayani |
|
|---|
| Wabup Ngada Resmi Berangkatkan Pasien Rujukan ke Bali, Satu Bayi Kondisi Kritis |
|
|---|
| Pemkab Ngada Salurkan PIP Daerah untuk 2.707 Siswa SD dan SMP di 12 Kecamatan |
|
|---|
| Cakupan Kesehatan Semesta 99,44 Persen, Pemda Ngada Komitmen Tingkatkan Kualitas Pelayanan |
|
|---|
| Serahkan Bantuan Pendidian, Bupati Ngada Tegaskan Data Penerima Bantuan Jangan Dimanipulasi |
|
|---|