Gunung Api di NTT
Status Gunung Api di NTT Berdasarkan Tingkat Aktivitas per 1 Desember 2025
Dilansir dari website MAGMA Indonesi (Badan Geologi), Senin (1/11/2025) berikut tingkat aktivitas
Penulis: Cristin Adal | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/visual-ga-lewotobi.jpg)
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG – Sejumlah gunung api di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tercatat berada pada tiga level berbeda, mulai dari Level IV (Awas), Level II (Waspada), hingga Level I (Normal).
Dilansir dari website MAGMA Indonesi (Badan Geologi), Senin (1/12/2025) berikut tingkat aktivitas gunung api di Nusa Tenggara Timur (NTT):
LEVEL IV (AWAS)
Hingga awal Desember 2025, Gunung Lewotobi Laki-laki di Kabupaten Flores Timur masih berada pada status Level IV atau Awas.
Baca juga: 24 Jam Terakhir, Gunung Lewotolok 3 Kali Gempa Letusan 27 Kali Gempa Hembusan
LEVEL II (WASPADA)
Dari total 24 gunung api berstatus Waspada di Indonesia, tiga di antaranya berada di NTT, yaitu:
Ile Werung – Kabupaten Lembata
Ili Lewotolok – Kabupaten Lembata
Iya – Kabupaten Ende
LEVEL I (NORMAL)
Sebanyak 13 gunung api di NTT tercatat berada pada status Normal, dari total 42 gunung api Indonesia yang berada pada tingkat aktivitas ini. Gunung-gunung tersebut meliputi:
Anak Ranakah – Manggarai
Batutara – Lembata
Ebulobo – Ngada
Egon – Sikka
Hobal – Lembata
Ili Boleng – Flores Timur
Inielika – Ngada
Inierie – Ngada
Kelimutu – Ende
Lereboleng – Flores Timur
Lewotobi Perempuan – Flores Timur
Rokatenda (Palue) – Sikka
Sirung – Alor
Penjelasan Level Aktivitas Gunung Api
1. LEVEL I (NORMAL)
Hasil Pengamatan
Hasil visual dan instrumental fluktuatif, tetapi tidak menunjukkan peningkatan aktivitas signifikan.
Ancaman Bahaya
Potensi gas beracun di sekitar kawah (pada gunung api tertentu).
Tidak ada ancaman erupsi signifikan.
Rekomendasi – KRB I, II, III
KRB I: Masyarakat dapat beraktivitas normal.
KRB II: Masyarakat dapat beraktivitas normal dengan memperhatikan arahan pemerintah daerah.
KRB III: Masyarakat dapat beraktivitas normal dengan mematuhi rekomendasi teknis dari KESDM.
2. LEVEL II (WASPADA)
Hasil Pengamatan
Terlihat peningkatan aktivitas visual dan instrumental.
Pada beberapa gunung dapat terjadi erupsi kecil.
Ancaman Bahaya
Ancaman berada di sekitar kawah.
Rekomendasi – KRB I, II, III
KRB I: Masyarakat masih dapat beraktivitas dengan meningkatkan kewaspadaan.
KRB II: Tetap beraktivitas tetapi lebih waspada terhadap potensi bahaya.
KRB III: Tidak diperbolehkan beraktivitas di sekitar kawah.
3. LEVEL III (SIAGA)
Hasil Pengamatan
Aktivitas meningkat semakin nyata, atau gunung api sedang mengalami erupsi.
Ancaman Bahaya
Ancaman erupsi dapat meluas, namun belum mengancam permukiman secara langsung.
Rekomendasi – KRB I, II, III
KRB I: Masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas di lembah sungai yang berhulu di puncak.
KRB II: Masyarakat mulai menyiapkan diri untuk mengungsi, menunggu instruksi pemerintah sesuai rekomendasi KESDM.
KRB III: Tidak diperbolehkan beraktivitas dan harus menyiapkan diri untuk mengungsi.
4. LEVEL IV (AWAS)
Hasil Pengamatan
Peningkatan aktivitas sangat nyata, atau sedang terjadi erupsi besar.
Ancaman Bahaya
Bahaya erupsi dapat meluas dan mengancam permukiman penduduk.
Rekomendasi – KRB I, II, III
KRB I: Masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan tinggi dan siap mengikuti arahan pemerintah setiap saat.
KRB II: Masyarakat bersiap untuk evakuasi, menunggu perintah resmi pemerintah daerah.
KRB III: Masyarakat di wilayah terancam wajib mengungsi segera sesuai rekomendasi KESDM.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.