Prakiraan Cuaca
BMKG Peringatkan Wilayah Manggarai, Ngada dan Ende Waspada Hujan Lebat 28-30 April 2026
Wilayah NTT berpotensi diguyur hujan intensitas lebat hingga sangat lebat; Manggarai Barat, Manggarao, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
Ringkasan Berita:
- BMKG memperingatkan cuaca wilayah NTT periode 28-30 April 2026 masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
- Adapun wilayah kabupaten atau kota wilayah NTT yang berpotensi diguyur hujan intensitas lebat hingga sangat lebat yakni, Manggarai Barat, Manggarao, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende.
- BMKG masyarakat dan pemerintah di wilayah terdampak diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE- BMKG memperingatkan cuaca wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) tiga hari ke depan, 28-30 April 2026 masuk kategori siaga hujan lebat hingga sangat lebat.
Adapun wilayah kabupaten atau kota wilayah NTT berpotensi diguyur hujan intensitas lebat hingga sangat lebat yakni, Manggarai Barat, Manggarao, Manggarai Timur, Ngada, dan Ende.
Peringatan dini berlaku pada periode 28-30 April 2026.
BMKG mengingatkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, masyarakat dan pemerintah di wilayah terdampak diharapkan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi.
Baca juga: Prakiraan Cuaca 28 April - 4 Mei 2026, BMKG: Waspada Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah, NTT Siaga
Kondisi tersebut dipicu oleh aktivitas sejumlah gelombang atmosfer, seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG), serta aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) yang secara spasial berpengaruh di sebagian wilayah Indonesia.
Selain itu, sirkulasi siklonik di perairan dan pesisir barat Sumatera dan Kalimantan Barat juga memicu terbentuknya daerah pertemuan angin, konvergensi, dan konfluensi yang meningkatkan peluang pertumbuhan awan hujan, baik di sekitar pusat sirkulasi maupun di sekitar wilayah yang terdampak pola angin tersebut.
Pemanasan permukaan yang cukup hangat pada siang hari serta kelembaban udara yang masih cukup basah di lapisan bawah turut mendukung terbentuknya awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan lokal dengan waktu singkat.
BMKG juga mengimbau masyarkat untuk mewaspadai potensi hujan di siang dan sore hari usai cuaca terik. BMKG menjelaskan, kondisi suhu panas dan terik pada siang hari tersebut secara umum dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya posisi semu matahari yang berada di sekitar khatulistiwa, sehingga intensitas radiasi matahari berada pada kondisi signifikan di sebagian wilayah Indonesia. (BMKG/Tribun Flores)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News