Selasa, 14 April 2026

Usaha Bata Merah di Sikka

LIPSUS: Usaha Bata Merah di Wolomarang Sikka, Warisan Keluarga yang Jadi Harapan Warga

Aroma tanah dan asap pembakaran bata merah menjadi tanda geliat perajin bata merah di Wolomarang menjaga denyut ekonomi keluarga.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto LIPSUS: Usaha Bata Merah di Wolomarang Sikka, Warisan Keluarga yang Jadi Harapan Warga
TRIBUNFLORES.COM/HO-PETRUS LEWO HEKIN
USAHA BATA MERAH- Pasangan suami-istri, Benediktus Sirilus (27) dan Cindi Marsita Sari (27), salah satu penggerak usaha bata merah di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Rabu (3/9/2025). 

Laporan Reporter Magang TRIBUNFLORES.COM, Petrus Lewo Hekin dan Anselmus Nong Feri

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Tungku pembakaran bata merah tak pernah padam di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur.

Aroma tanah dan asap pembakaran menjadi tanda geliat perajin bata merah di Wolomarang menjaga denyut ekonomi keluarga tetap berdetak.

Oleh karena itu, Wolomarang dikenal sebagai sentra kerajinan bata merah tradisional di Kabupaten Sikka. Bagi sebagian warga, bata merah bukan sekadar bahan bangunan, melainkan sumber penghidupan.

Di Kelurahan Wolomarang, usaha pembuatan bata merah juga bukan sekadar pekerjaan, tetapi warisan turun temurun yang menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat.

 

Baca juga: Mengenal Kampung Garam, Warisan Leluhur di Flores NTT

 

 

 

 

Bagi sebagian warga yang memiliki lahan dan modal, usaha ini menjadi sumber penghidupan utama. Sementara bagi yang tidak memilikinya, mereka menjadi buruh bata merah

Pasangan suami-istri, Benediktus Sirilus (27) dan Cindi Marsita Sari (27), adalah salah satu penggerak usaha bata merah di Kelurahan Wolomarang.

Sejak 2020, mereka menekuni usaha warisan turun-temurun dari orang tua Benediktus Sirilus.

“Kami melanjutkan usaha keluarga, karena di sini sebagian besar masyarakat memang bekerja sebagai pengrajin batu merah,” ujar Cindi saat ditemui di lokasi produksi bata merah, Rabu (3/9/2025) siang.

Cindi mengatakan, usaha bata merah tersebut mempekerjakan sekitar 6 hingga 7 orang, jumlahnya tidak tetap karena disesuaikan kebutuhan produksi.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved