Kamis, 4 Juni 2026

Usaha Bata Merah di Sikka

LIPSUS: Usaha Bata Merah di Wolomarang Sikka, Warisan Keluarga yang Jadi Harapan Warga

Aroma tanah dan asap pembakaran bata merah menjadi tanda geliat perajin bata merah di Wolomarang menjaga denyut ekonomi keluarga.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Cristin Adal
zoom-inlihat foto LIPSUS: Usaha Bata Merah di Wolomarang Sikka, Warisan Keluarga yang Jadi Harapan Warga
TRIBUNFLORES.COM/HO-PETRUS LEWO HEKIN
USAHA BATA MERAH- Pasangan suami-istri, Benediktus Sirilus (27) dan Cindi Marsita Sari (27), salah satu penggerak usaha bata merah di Kelurahan Wolomarang, Kecamatan Alok Barat, Kabupaten Sikka, Rabu (3/9/2025). 

“Kalau hujan, kami bisa kerja ulang. Batu yang sudah hampir siap bisa rusak semua,” ungkap Cindi.

Harga batu merah di Wolomarang pun tidak selalu stabil, berkisar Rp700–Rp900 per bata. Persaingan antarprodusen membuat harga sering mengikuti pasar.

Meski begitu, pasangan Cindi dan suaminya tidak kesulitan menjual hasil produksi mereka. Sejak lama, keluarga Benediktus memiliki pelanggan tetap, termasuk kontraktor yang sudah bekerja sama dengan orang tuanya.

“Dari usaha batu merah ini, saya dan suami bisa memenuhi kebutuhan hidup, bisa menabung, bahkan memenuhi kebutuhan keluarga dan adat. Jadi usaha ini sangat berarti bagi kami,” ungkapnya.

Di tengah gempuran teknologi, banyak produsen kini beralih ke mesin untuk mempercepat produksi batu bata. Namun, Benediktus dan Cindi memilih mempertahankan cara tradisional karena hasilnya dinilai berkualitas.

Lebih dari sekadar mempertahankan tradisi, pasangan ini ingin usaha bata merah mereka terus bertahan sebagai sumber penghidupan bagi warga sekitar.

Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved