Rabu, 8 April 2026

Berita Manggarai Barat

Mengaku Densus 88, Warga Manggarai Barat Dianiaya Anggota Polisi, Ini Klarifikasinya

Dituduh melakukan penganiayaan terhadap warga,Brigpol J anggota Polres Manggarai Barat memberikan klarifikasi kepada media.

Tayang:
Editor: Egy Moa
zoom-inlihat foto Mengaku Densus 88, Warga Manggarai Barat Dianiaya Anggota Polisi, Ini Klarifikasinya
TRIBUN FLORES.COM/GECIO VIANA
Adrianus Tunti (35) saat diwawancarai di Mapolres Mabar, Kamis 16 Desember 2021. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Gecio Viana

TRIBUN FLORES.COM,LABUAN BAJO-Oknum polisi berinisial J yang diduga melakukan penganiayaan terhadap warga, Yohanes Adrianus Tunti (YAT) di sebuah kafe di Labuan Bajo pada Minggu 12 Desember 2021 lalu, angkat bicara.

Oknum J merupakan polisi di Polres Manggarai Barat dengan pangkat brigadir polisi (Brigpol) mengatakan pengakuan korban mendapatkan penganiayaan saat korban dalam kondisi pengaruh alkohol dan tidak mengingat dengan detail kejadian penganiyaan. Lanjut Brigpol J, dirinya saat itu sedang lakukan penyelidikan terkait kasus pencurian handphone yang sedang marak terjadi di wilayah hukum Polres Manggarai Barat.

"Saya hadir di Cafe tersebut sekira pukul 23.30 Wita untuk mengikuti salah satu yang kita duga pelaku pencurian HP tersebut," ungkap Brigpol J dalam rilis yang diterima, Jumat 17 Desember 2021 dinihari.

Saat menjalankan tugas, Brigpol J menemukan seorang pengunjung yang mabuk dan sedang beradu mulut dengan pengunjung lainnya. Lalu dirinya mencoba untuk melerai kedua pengunjung tersebut.

Baca juga: Oknum Polisi Diduga Aniaya Warga Manggarai Barat

"Waktu itu, saya berdiri di sudut kanan kafe tersebut dan melihat ada pengunjung yang mabuk sedang bercekcok mulut dengan pengunjung lainnya, sehingga saya mendatangi keduanya dan memisahkan mereka," ujar Brigpol J.

Saat mencoba melerai, pengunjung berinisial YAT (35) mengakui bahwa dirinya adalah anggota Densus 88.

"Saat saya coba melerai dan menanyakan ada masalah apa, namun salah satu pengunjung mengaku bahwa dia anggota Densus 88," katanya.

Mendengar hal tersebut, Brigpol J pun bertanya kepada YAT (35), dia YAT (35) bertugas di wilayah mana, namun pertanyaan yang disampaikan tidak dihiraukan oleh YAT (35). Bahkan diakui Brigpol J bahwa YAT (35) mencoba melakukan perlawanan.

Baca juga: Minum Racun Tanaman,Kepala Desa di Manggarai Barat Bunuh Diri di Hotel

"Saya mencoba menanyakan indentitas, mulai dari tempat tugas hingga dulu pendidikan dimana??, namun dia tidak menghiraukan dan sempat mencoba untuk melawan," jelas Brigpol J.

"Akhirnya saya mengamankan yang bersangkutan keluar dari Cafe tersebut, karena saya melihat situasi sudah mulai tidak kondusif dan banyak pengunjung yang lain sudah mulai menyerang YAT (35). Saya melindungi Dia supaya jangan jadi bulan–bulanan pengunjung lainnya sampai saya pun terjatuh akibat pukulan dari para pengunjung," tambahnya.

Selanjutnya, anggota Reskrim Polres Manggarai Barat membawa YAT (35) ke Markas Polres Manggarai Barat untuk ditanyai lebih lanjut.

"Sesampai di Polres, Saya kembali bertanya kepada saudara YAT (35) tentang identitas diri, seperti kartu anggota dan identitas yang memperkuat bahwa dirinya merupakan anggota Densus 88. Namun akhirnya saudara YAT (35) mengakui bahwa dirinya bukan anggota Densus melainkan dia hanya iseng saja waktu di Cafe tadi," tutur Brigpol J.

Baca juga: Masyarakat Manggarai Barat Diminta Waspada Longsor di Jalan Trans Flores

Setelah ditanya tentang identitas, Brigpol J meminta salah satu anggota untuk mengantar YAT (35) pulang ke rumahnya yang berada di Cowang Ndereng.

"Setelah saudara YAT (35) mengakui perbuatannya, Saya memberikan nasihat kepadanya agar lain kali tidak melakukan perbuatannya lagi. Kemudian Saya meminta tolong kepada salah satu anggota untuk mengantar saudara YAT (35) pulang ke rumahnya, dikarenakan saudara YAT (35) masih dalam kondisi mabuk berat," ucapnya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved