Breaking News:

Berita Flores Timur

Dirjen Perkebunan Disebut Ingkar Janji, Petani di Flores Timur Tahan 5 Truk Pupuk Organik

Menurut Kleden, aksi itu dipimpin oleh Robert Ledor, orang yang diminta Dirjen Perkebunan untuk menyediakan bibit kelor.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUN FLORES.COM/AMAR OLA KEDA
Warga Desa Balaweling II, Solor Barat, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores menahan lima truk pupuk organik, Kamis 12 Januari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUN FLORES.COM, Amar Ola Keda

TRIBUN FLORES.COM, LARANTUKA - Sejumlah anggota kelompok tani asal Desa Balaweling II, Kecamatan Solor Barat, Kabupaten Flores Timur (Flotim), Nusa Tenggara Timur (NTT) menahan lima truk yang memuat pupuk organik untuk program pengembangan tanaman kelor di desa tersebut, Kamis 13 Januari 2022, sekitar pukul 20.45 Wita.

Aksi itu merupakan bentuk protes warga terhadap Dirjen Perkebunan yang sampai saat ini belum membayar bibit kelor yang sudah disiapkan oleh anggota kelompok tani tersebut.

Kepala Dinas perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur, Sebas Sina Kleden membenarkan kejadian itu.

Menurut Kleden, aksi itu dipimpin oleh Robert Ledor, orang yang diminta Dirjen Perkebunan untuk menyediakan bibit kelor.

Baca juga: Pria 56 Tahun di Kupang Rudapaksa Siswi SMP, Polisi: Pelakunya Sudah Kita Amankan

Ia mengatakan, keterlambatan pembayaran karena proyek pembibitan kelor gagal lelang. Padahal, masyarakat telah menyiapkan  250.000 bibit kelor di tiga titik, yakni dua titik di Kecamatan Solor Barat dan satu titik di Kecamatan Demon Pagong.

Ia menjelaskan, pupuk yang datang merupakan paket lain, yang sebelumnya juga gagal lelang di Dirjen Perkebunan.

"Pupuk yang datang adalah pupuk organik granul (POG) MS-Muji Syukur yang di Produksi oleh CV. Mitra  Agro Sentosa Jombang, Jawa Timur. Dengan jumlah 125 ton, yang didistribusikan oleh truk ekspedisi rekanan pemenang lelang," katanya.

Pupuk organik tersebut sudah didroping di Solor Barat setelah diadakan komunikasi lanjutkan dengan Kadis Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Flores Timur bersama Dirjen Urusan Tanaman Perkebunan.

Baca juga: Anak-anak di Manggarai Timur Mulai Divaksin, Kapolres Imbau Orang Tua Jangan Takut

Kelompok penyedia bibit tanaman kelor menyatakan bahwa pupuk bisa dibongkar dengan catatan BAST (Berita Acara Serah Terima) ditahan dan ditandatangani oleh Kadis Perkebunan dan Peternakan selaku tim teknis pemeriksa SK dari Kementrian sampai adanya kejelasan pembayaran bibit tanaman kelor.

Sementara Dirjen Perkebunan berjanji akan secepatnya melakukan lelang pembibitan kelor dan pembayaran akan dilakukan pada 22 Januari 2022 mendatang.

Berita Flores Timur Lainnya

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved