Berita Lembata

Ikut Eksplorasi Budaya Sare Dame, Akademisi Sebut Kita Punya Modal Kebudayaan untuk Bangun Lembata

Ola Rongan berujar kebudayaan merupakan tonggak dari karakter anak bangsa. Cara kita berpikir, cara kita merasa dibentuk oleh kebudayaan.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/RICKO WAWO
KULINER - Penyajian kuliner lokal khas Atadei. Masyarakat menyajikan kuliner lokal dengan wadah dari bambu dan tempurung kelapa, sangat ramah lingkungan. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Ricko Wawo

TRIBUNFLORES.COM, LEWOLEBA - Penyelenggaraan eksplorasi budaya Sare Dame di Kabupaten Lembata juga turut dihadiri oleh dua orang akademisi senior.

Mereka adalah Dr Hippolitus Kewuel Kristoforus, dosen Antropologi Filsafat Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya dan Dr. Drs Ola Rongan Wilhelmus, M.Sc, dosen di STKIP Widya Yuwana Madiun.

Kedua putra asli Lembata ini mengikuti setiap ritus yang digelar dalam eksplorasi budaya kali ini.

Di desa Atakore, Kecamatan Atadei, Jumat, 18 Februari 2022, keduanya menyampaikan kesan mendalam tentang apa yang mereka lihat dan alami sendiri dalam kegiatan budaya tersebut.

Baca juga: Alumni Sanpio Serahkan Bantuan untuk Seminari Pius XII Kisol di Manggarai Timur

 

Ola Rongan berujar kebudayaan merupakan tonggak dari karakter anak bangsa. Cara kita berpikir, cara kita merasa dibentuk oleh kebudayaan.

“Budaya itu membentuk karakter kita. Saya menemukan jawabannya di dalam eksplorasi budaya. Saya merasa betul tetap menjadi orang Lembata,” ungkapnya.

Sebagai akademisi, dia kemudian melakukan observasi selama eksplorasi budaya tersebut dan mencari tahu apa modal utama masyarakat Lembata untuk membangun Lembata tercinta?

Secara kasat mata, dia melihat banyak kemajuan pembangunan, di antaranya; listrik di semua desa, mobilitas masyarakat semakin tinggi, dan akses pada pendidikan dan kesehatan semakin baik.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved