Berita Ngada

Perajin Tahu dan Tempe Sebut Harga Kedelai di Ngada Turun

Tunas Muda adalah rumah produksi Tahu Tempe milik Anton yang berlokasi di Bosiko, Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM / PATRIANUS MEO DJAWA
PERAJIN TAHU TEMPE - Rumah Produksi Tahu Tempe Milik Antonius Tipo di Bosiko, Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, Selasa 22 Februari 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Patrianus Meo Djawa

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Perajin tahu tempe di Kabupaten Ngada melaporkan harga kedelai menurun.

Informasi ini diperoleh saat TRIBUNFLORES.COM, mengkonfirmasi Antonius Tipo (41) salah satu dari dua perajin tempe di Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, Selasa, 22 Februari 2022 malam.

Anton mengatakan, harga kedelai yang dia beli terakhir, Sabtu, 19 Februari 2022 mengalami penurunan harga sebesar Rp 200 rupiah bila dibandingkan harga kedelai yang dia beli pada bulan sebelumnya.

Tunas Muda adalah rumah produksi Tahu Tempe milik Anton yang berlokasi di Bosiko, Desa Ubedolumolo, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada.

Baca juga: Wabup Flores Timur Layak Raih Penghargaan Wakil Kepala Daerah Terbaik Indonesia

 

Dalam satu bulan produksi, Anton membutuhkan 3 ton Kedelai yang dibelinya dari salah seorang suplier asal Jawa dengan harga Rp 12 ribu per kilogramnya.

Kedelai terakhir yang dibeli Anton pada Sabtu 19 Februari 2022 sebanyak 3000 kilogram atau 3 ton. Harga kedelai turun Rp. 200 rupiah menjadi Rp 11.800 per kilogramnya.

"Ini yang baru, yang baru kemarin beli dia kasih turun 200 rupiah," kata Anton.

Anton mengaku tak tahu dari mana asal kedelai yang dia beli. Namun, petunjuk tulisan pada karung kedelai itu, Anton berujar kalau kedelai itu merupakan kedelai impor dari Amerika.(Cr3).

Berita Ngada Lainnya

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved