Dugaan Kasus Korupsi Dana Covid

Kasus Dugaan Korupsi Dana Covid-19, Kalak BPBD Flotim Jadi Tersangka, Ditahan di Rutan Larantuka

Selain itu, ada kekhawatiran tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Editor: Gordy Donovan
TRIBUNFLORES.COM/AMAR OLA KEDA
DITAHAN - AHB, Kalak BPBD Flores Timur saat digiring ke mobil tahanan usai diperiksa sebagai tersangka kasus dugaan korupsi dana Covid-19, Kamis 15 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo

TRIBUNFLORES.COM, LARANTUKA - Tersangkut kasus dugaan korupsi pengelolaan dana covid-19 pada BPBD Flores Timur, AHB selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Flores Timur ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Larantuka.

Berdasarkan keterangan pers yang diterima TribunFlores.Com dari Kejaksaan Negeri Flores Timur pada Kamis, 15 September 2022 sore, penahanan terhadap AHB guna mempercepat proses penyidikan, berdasarkan Pasal 21 ayat (1) KUHAP.

Selain itu, ada kekhawatiran tersangka melarikan diri, merusak atau menghilangkan barang bukti dan/atau mengulangi tindak pidana.

Penahanan terhadap ABH dilakukan selama 20 (dua puluh) hari terhitung sejak 15 September 2022 sampai dengan
4 Oktober 2022 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Larantuka berdasarkan Surat Perintah Penahanan Nomor : PRINT-01 /N.3.6/Fd.1/09/2022, tanggal 15 September 2022 terhadap tersangka AHB.

Baca juga: Kerugian Negara Atas Dugaan Kasus Korupsi Dana Covid-19 di Flotim Capai Rp 1,5 Miliar

 

"2 orang tersangka lainnya yakni PLT selaku bendahara pengeluaran BPBD Flores Timur dan Tersangka PIG selaku Sekda Flores Timur akan kami jadwalkan Pemanggilan sebagai tersangka dan dilakukan pemeriksaan sebagai rersangka,"
tulis Kelapa Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Flores Timur, Taufik Tadjudin dalam siaran persnya.

Negara Rugi 1,5 Miliar

Sebelumnya, Tim penyidik Kejaksaan Negeri Flores Timur (Flotim) menetapkan tiga orang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pengelolaan anggaran percepatan penanganan Covid-19 pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Flores Timur Tahun Anggaran 2020.

Ketiga tersangka itu yakni PIG selalu Sekda Flotim, bendahara pengeluaran BPBD berinisial PLT dan AHB selaku Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Flores Timur. Penetapan tersangka itu diumumkan jaksa, Kamis, 15 September 2022.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved