Berita Manggarai Barat

Jalan Kaki 10 Km dapat Signal Internet di Hutan,38 Pelajar SMPN 6 Sano Ngoang Jalani Ujian

Keterbatasan jaringan internet di sekitar gedung sekolah,38 pelajar Kelas VIII SMPN 6 Sano Nggoang  Manggarai Barat menempuh ujian di tengah hutan.

Editor: Egy Moa
DOK.ERSA SITINJAK
POS-KUPANG.COM/ERSA SITINJAK Pelajar SMPN 6 Sano Nggoang, Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores mengikuti ujian ANBK di tengah hutan karena keterbatasan jaringan internet di sekolah, Rabu 21 September 2022. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Berto Kalu

TRIBUNFLORES.COM,LABUAN BAJO- Keterbatasan jaringan Internet di sekitar gedung sekolah, 38 pelajar Kelas VIII SMPN 6 Sano Nggoang  di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores melaksanakan  Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) di tengah hutan.

Mereka berjalan kaki naik turun bukit sejauh 10 Km dari sekolah ke tengah hutan untuk mencari lokasi yang internetnya stabil demi mengikuti ujian berbasis digital. Mereka menggunakan laptop menjalankan ujiannya.

Ersa Sitinjak, staf pengajar SMPN 6 Sano Nggoang mengaku kondisi tersebut sudah berlangsung sejak bulan Agustus. Dimulai dari simulasi, gladi hingga pelaksanaan ujian yang semuanya dilaksanakan di tengah hutan.

"Selama ini sejak simulasi dari bulan Agustus kami gelar dua hari di hutan, begitu juga gladi dua hari sampai pelaksanaan sejak hari Senin sampai hari ini kami laksanakan di hutan, " kata Ersa saat dihubungi Pos Kupang, Rabu 21 September 2022.

Baca juga: Diduga Gelapkan Dana Bos dan PIP Rp 653 Juta,Kepala SMPN 2 Pacar Manggarai Barat Ditahan Jaksa

Selain itu, lanjut dia, kondisi tersebut memaksa para guru dan siswa harus berada di tengah hutan dari pagi hingga sore hari, sebab ujian dilaksanakan dalam tiga sesi.

"Pelaksanaan ujiannya kami bagi menjadi tiga sesi mulai dari pagi, untuk sesi tiga sampai jam enam sore, jadi kami dari rumah bawah bekal memang. Sementara kalau lokasi yang sekarang kami berdiri ini jaringannya bagus, terkadang kalau lemot itu karena server pusatnya yang terganggu, " ucapnya.

Selain ketiadaan jaringan internet, dia pun menuturkan bahwa sebagian besar siswa tidak memiliki handphone sehingga para guru harus memberikan hotspot ke laptop agar para siswa bisa mengakses internet.

"Kami menggunakan HP bapa ibu guru untuk hotspot ke laptop, pakai data pribadi yang kami belanjakan dari anggaran dana BOS, " ungkapnya.

Baca juga: Angka Stunting di Manggarai Barat Naik 15,89 Persen

Menurut dia, kondisi ini selalu berulang tahun ketika pelaksanaan ujian maupun ketika adanya model pembelajaran baru yang dilakukan secara daring.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved