Berita Nasional

Menteri Yasonna Sebut KI Pemacu Transformasi Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan

Kekayaan Intelektual (KI) menjadi sangat penting di era industri 4.0 dan persiapan menghadapi era industri 5.0.

Editor: Hilarius Ninu
TRIBUNFLORES.COM/HO-IST
Menteri Hukum dan HAM Republik Indonesia, Yasonna H. Laoly 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM,JAKARTA-"Kekayaan Intelektual (KI) menjadi sangat penting di era industri 4.0 dan persiapan menghadapi era industri 5.0. Utamanya dalam memacu pertumbuhan ekonomi. Oleh karena itu, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, para insan kreatif dan seluruh masyarakat diharapkan terus menggali potensi wilayah, berkreasi, berkarya dan berinovasi serta bersama-sama memahami pentingnya pelindungan (KI),".

Demikian Menteri Hukum dan HAM RI, Yasonna H. Laoly saat membuka Roving Seminar Kekayaan Intelektual di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara Jakarta, Senin 21 November 2022 malam.

Ia mengatakan, KI yang dijaga kualitasnya serta terus dikembangkan dan dibuat semakin bernilai ekonomi tinggi akan dapat menjadi pemacu transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

"Dalam era ekonomi global diperlukan strategi kebijakan untuk menopang ekosistem kekayaan intelektual (KI) agar terus tumbuh melalui 4 pilar penting kebijakan KI dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional," ujarnya.

 

 

Baca juga: Pemprov NTT Terima Penghargaan dari Kemenhumham RI

Keempat pilar tersebut, lanjut Menteri Yasonna, meliputi elemen kreasi, elemen perolehan dan pengelolaan Hak KI, elemen penegakan Hak KI dan elemen utilisasi.

Keempatnya dikatakan sangat terkait dengan urgensi pelindungan KI yang salah satunya adalah memotivasi serta mendorong kreator, inventor dan peneliti agar lebih menghasilkan kreativitas dan inovasi kekayaan intelektual yang memiliki nilai ekonomi dan dapat dikomersialisasikan.

Menteri Yasonna menambahkan, pelindungan KI juga memiliki urgensi sebagai jaminan legalitas dalam bentuk pelindungan hukum KI serta terhindar dari pembajakan dan pemalsuan produk oleh pihak lain. Hal tersebut tidak hanya berlaku pada kekayaan intelektual personal, tapi juga kekayaan intelektual komunal.

"Kami meminta seluruh kepala daerah, inventarisasi kekayaan intelektual komunal daerah, jadikan satu brand daerah diutilisasi secara ekonomi," imbuhnya.

Baca juga: Pemda Sikka Gandeng Adinkes NTT Gelar Pertemuan Lintas Sektor Cegah ATM

Menteri Yasonna mencontohkan upaya yang dilakukan Gubernur Bali, Wayan Koster terkait penggunaan kain endek sehingga menghidupkan penenun dan industri-industri rakyat. Kemudian, Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi yang membawa kain tenun NTT lengkap dengan penenunnya serta alat musik sasando ke Jenewa, Swiss hingga mendapat apresiasi para Duta Besar.

Selain itu, Wagub Nae Soi juga disebut telah membawa kopi Bajawa yang sudah terdaftar indikasi geografis.

"Kalau sudah terdaftar, nilai ekonomisnya menjadi bertambah," jelasnya.(ris)

Berita Nasional Lainnya

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved