Berita Ende

Pra Musywil PWM NTT 2023, 225 Anak Ikut Khitan Massal di Kabupaten Ende

Kegiatan khitan massal ini dibuka langsung oleh Bupati Ende, Djafar H. Achmad. Dalam sambutannya ia mengapresiasi dan berterima

|
Editor: Nofri Fuka
TRIBUNFLORES.COM/HO-DARMAN ELDIN
KHITAN MASSAL - 225 anak duafa mengikuti khitan atau sunat massal yang diselenggarakan Muhammadiyah Ende, Rabu 15 Maret 2023 di Klinik Muhammadiyah Ende. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES. COM, Kristin Adal

TRIBUNFLORES. COM, ENDE - Sebanyak 225 anak duafa mengikuti khitan atau sunat massal yang diselenggarakan Muhammadiyah Ende, Rabu 15 Maret 2023 hingga Kamis 16 Maret 2023, di Klinik Muhammadiyah Ende.

Khitan massal ini dilaksanakan dalam rangka kegiatan Pra Musyawarah Wilayah Muhammadiyah (Musywil) NTT Pimpinan Wilayah Muhammadiyah dan Pimpinan Wilayah Aisyiyah Nusa Tenggara Timur. Pra Musywil NTT yang ke 8 dilaksanakan di Kota Ende mulai tanggal 17 hingga 19 Maret 2023.

Didukung oleh MDMC SIKKA dan MDMC NTT, tenaga medis dari Nakes puseksmas Rukun Lima, puskesmas Ngalupolo, Puskesmas Kota Ratu, Puskesmas Ria Raja, puskesmas onekore dan RS Pratama Tanali. Kurang lebih 11 orang tim medis yang turut membantu jalannnya khitan ini.

Kegiatan khitan massal ini dibuka langsung oleh Bupati Ende, Djafar H. Achmad. Dalam sambutannya ia mengapresiasi dan berterima kasih kepada Muhammadiyah Ende yang telah melaksanakan khitan massal bagi anak-anak duafa di Kabupaten Ende.

Baca juga: Anggota DPRD Ende Syamsudin Fasilitasi 252 Pelajar SMA di Pulau Ende Rekam e-KTP

 

Selain untuk membantu anak-anak kaum duafa oleh Muhammadiya Ende, Ketua lokal Musywil NTT Amin Asrakal mengatakan, kegiatan ini juga untuk memperkenalkan Klinik PKU Muhammadiyah Ende ke masyarakat di Kabupaten Ende.

"Khitan memang diwajibkan untuk anak laki-laki dari segi agama Islam. Dari sisi kesehatan khitan membawa banyak manfaat kesehatan bagi anak laki-laki. Jadi melalui khitan ini kita juga mengenalkan Klinik PKU Muhammadiyah Ende," jelas Asrakal.

Panitia penyelenggara khitan massal, Darman Eldin mengatakan di antara 225 anak yang mendaftar ada dua anak dari Katolik. Tidak hanya melibatkan anak-anak beragama muslim tetapi terbuka untuk anak-anak dari agama lain.

Menurutnya ini bagian dari bentuk inkulisifitas gerakan Muhammadiyah, tidak memandang agama, golongan maupun suku.

"Total itu ada 225 anak yang ikut sunat massal ini dengan rentangan usia dari 5 tahun hingga 15 tahun. Tak hanya dari anak-anak muslim ada juga dua anak dari agama Katolik. Satunya sudah disunat dan satunya belum,"kata Darman melalui sambungan telepon, Rabu sore 15 Maret 2023.

Biasanya biaya khitan dari Rp 750 ribu hingga Rp 1 juta per anak. Muhammad Amin, salah satu orang tua peserta yang dikhitan mengucapkan terima kasih kepada Muhammadiyah Ende. Khitan massal ini menurutnya sangat membantu orang tua yang tidak mampu.

Panitia lokal penyelenggara kegiatan memberikan santunan berupa sarung dan uang santunan kepada masing- masing peserta yang telah dikhitan. Para peserta juga mendapatkan obat antibiotik untuk mengurangi infeksi dan obat anti nyeri.

Berita TribunFlores.Com lainnya di Googgle News

Berita Terkait

Ikuti kami di

AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved