Berita Lembata
Abrasi Pantai SGB Bungsu Lewoleba Makin Parah, Warga Mengeluh
Menurut warga, jalan ini merupakan satu-satunya akses menuju rumah warga sehingga mau atau tidak, warga akan berupaya memperbaikinya.
Penulis: Ricko Wawo | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/LSM-Barakat.jpg)
Selain itu, di sekitar pantai itu tidak ada tanaman sejenis mangrove minor seperti waru yang dapat menahan laju abrasi.
"Meskipun pasir hitam di situ tapi minimal mangrove minor seperti waru harus ada. Misalnya di Mingar itu," jelas Piter.
Secara makro, perubahan iklim hari ini tidak dapat dihitung karena panas yang menyebabkan es di kutub mencair lebih tinggi suhunya dari pada panas yang membuat air menguap.
"Maka praktis air menumpuk dilaut. Es mencair terus tapi air (tanpa zat garam) dilaut tidak meguap. Nah hal ini juga yang perlu kita waspadai, apa lagi kita ini pulau kecil," jelasnya.
Piter pun berharap hal-hal yang kerusakannya nampak tidak masif ini perlu diwaspadai. Jangan menunggu kerusakannya sudah besar baru melihat hal ini sebagai masalah.
Piter pun mengingatkan, semua variabel di bawah kolong langit ini saling terhubung sehingga pemerintah atau masyarakat tidak melakukan hal-hal yang dapat mengundang bencana yang lebih besar lagi.
"Jika ingin melakukan sesuatu yang berkaitan dengan lingkungan, pikirkan dampaknya baik-baik. Konten yang slow (perubahan perlahan-red) itu kadang kita tidak rasa tapi kita akan kaget kalau sudah jadi besar," tutupnya.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News